Kasongan, Media Dayak
Adapun armada transportasi untuk antar jemput pelajar yang digunakan selama lebih dari 10 tahun ini menurutnya, menggunakan 3 unit bus. 1 unit yang dianggarkan melalui APBD Pemerintah Kabupaten dan 1 unit berasal dari bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Sedangkan area Operasionalnya untuk sementara ini hanya terbatas di sekolah-sekolah yang berada di Kasongan saja. “Sementara waktu operasionalnya, pada pagi hari sekitar pukul 05.30 wib, hingga siang hari atau pada jam pulang sekolah,” kata Roby.
Adapun tujuan pemberian pelayanan bakso gratis ini menurut Roby, selain membantu pelajar yang belum berusia 17 tahun ke atas yang seyogyanya tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan bermotor, juga meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan raya. “Selain itu, juga mengurangi padatnya arus lalulintas,” terangnya.
Bahkan, lanjutnya, dapat pula menekan lajunya inflasi di daerah kita serta dapat mengurangi pengeluaran dari orang tua untuk jatah anaknya. Karena, dengan menggunakan bakso gratis ini, mereka tentu saja tidak lagi meminta uang transportasi atau uang untuk mengisi BBM kendaraannya setiap hari.
Karena, Dishubkan menurutnya sudah beberapa kali menerima usulan dari para orangtua yang berada di wilayah Kecamatan Katingan Tengah, Pulau Malan dan dari beberapa Kecamatan lainnya. “Mereka ingin, pelajar di wilayah Kecamatan mereka juga bisa diantar jemput menggunakan bus sekolah atau bantuan angkutan anak sekolah (bakso) gratis,” pungkas mantan kepala pelaksana BPBD ini. (Kas/Lsn)










