Kadis PU Gumas Bambang Jaya (kanan) mendampingi Bupati Gumas Jaya Samaya Monong memantau pekerjaan peningkatan ruas jalan di zona 3 beberapa waktu lalu.(Media Dayak/Novri JK Handuran)
Kuala Kurun, Media Dayak
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur daerah tersebut. Tahun ini, Pemkab Gumas resmi menggelontorkan anggaran APBD sebesar Rp8,4 miliar untuk pengadaan tambahan alat berat guna mendukung percepatan pembangunan jalan, jembatan, serta infrastruktur dasar lainnya.
“Ya ini (tambahan alat berat) sebagai bentuk keseriusan dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman yang masih membutuhkan peningkatan jalan layak dan memadai,” kata Bupati Gumas Jaya Samaya Monong melalui Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Bambang Jaya, Senin (23/2/2026) melalui aplikasi pesan.
“Jenis alat berat yang akan ditambah yaitu 1 unit eksavator, 1 buah motor grader, dan 1 buah vibro roller. Saat ini sedang dalam proses tender,” tambah Bambang.
Bambang menjelaskan, penambahan alat berat itu nantinya akan difokuskan untuk mempercepat pengerjaan proyek infrastruktur di sejumlah titik strategis di wilayah zona 2 Kecamatan Manuhing Raya, Manuhing, Rungan Barat, Rungan dan Rungan Hulu, serta zona 3 Kecamatan Tewah, Kahayan Hulu Utara (Kahut), Damang Batu dan Miri Manasa. “Alat berat sebelumnya ( eksavator,motor grader,dan vibro roller) dipergunakan untuk perbaikan ruas jalan di zona 3 dan zona 2,” ujar Bambang.
Dengan tambahan alat berat milik daerah tersebut, Bambang berharap ketergantungan terhadap pihak ketiga dapat ditekan, sehingga pengerjaan proyek lebih efisien, cepat, dan hemat biaya dalam jangka panjang. “Dengan tambahan alat berat tersebut, harapan akan konektivitas yang lebih baik dan pembangunan yang merata di Gunung Mas semakin nyata,” ucapnya.
Bambang menandaskan, masyarakat Gumas diharapkan dapat segera merasakan manfaat penambahan alat berat, melalui peningkatan akses transportasi, kelancaran distribusi hasil pertanian dan perkebunan, hingga terbukanya peluang ekonomi baru di wilayah terpencil di Gumas.(Nov)/Aw.










