Ketua Dewan Kehormatan PWI KaltengSadagori Henoch Binti, S.I.Kom ( Ririen Binti ) Kepada Yang Terhormat, Sdr. Dr. Hotman Paris Hutapea, S.H., LL.M., M.Hum Di Tempat Selengkapnya
Kategori: OPINI
Surat Terbuka Untuk Senat UPR Dan Mendiktisaintek: Telusuri Kaitan Kandidat Salah Satu Rektor Dengan Dicabutnya Hasil Survei Pemilihan Rektor !!!
Oleh: Ririen Binti (Jurnalis Suku Dayak) Sebagai jurnalis asli suku Dayak, saya memandang penting untuk mengkritisi dan menyoroti secara tajam dinamika pemilihan Rektor Universitas Selengkapnya
BI Rate Naik Mendadak: Sinyal Kewaspadaan Ditengah Meningkatnya Tekanan Ekonomi
Oleh : Rio Kriswana, S.AP., M.M., CRGP., CRM Adanya Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,50% menjadi salah satu kebijakan ekonomi yang paling mengejutkan pasar. Di tengah ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap bertahan, keputusan ini mengirimkan sinyal bahwa Bank Indonesia melihat adanya risiko yang perlu segera diantisipasi. Bagi sebagian masyarakat, kenaikan suku bunga identik dengan naiknya bunga kredit, cicilan yang lebih mahal, dan potensi perlambatan ekonomi. Sementara bagi pelaku pasar, keputusan ini dianggap sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mempertahankan kepercayaan investor. Melihat hal itu, juga mendapat perhatian dari Ekonom Kalteng, Rio Kriswana, S.AP., M.M., CRGP., CRM, yang mana melihat lebih dalam mengenai BI Rate naik atau turun, dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi sehingga Bank Indonesia merasa perlu mengambil langkah tersebut. “Tentu hal ini menjadi perhatian kita bersama. Melihat lebih jauh apa yang terjadi. Perlu kajian kajian mendalam terutama dalam potensi perubahan ekonomi nasional hingga lokal,” katanya. Dijelaskan ekonom muda asal Pangkalanbun, Kobar ini, dimana dunia sedang Berubah Lebih Cepat dari yang disadari. Dimana saat ini perekonomian global berada dalam kondisi yang penuh ketidakpastian. Konflik geopolitik di berbagai kawasan, potensi gangguan rantai pasok dunia, fluktuasi harga energi, hingga penguatan dolar Amerika Serikat telah menciptakan tekanan terhadap banyak negara berkembang. Dalam kondisi seperti ini, investor global cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman. “Akibatnya terjadi perpindahan modal dari negara berkembang menuju instrumen yang dianggap memiliki risiko lebih rendah. Tekanan tersebut kemudian berdampak pada nilai tukar, arus modal, hingga stabilitas pasar keuangan domestic,” katanya. Melihat situasi global ini, tambah pria yang juga Alumni Lemhanas Angkatan II tahun 2024 ini, Bank Indonesia berusaha bertindak lebih cepat melalui instrumen suku bunga, dengan BI menaikan Rate. Dari analisi itulah, tambah Rio, secara sederhana, kenaikan BI Rate bertujuan untuk Menjaga stabilitas rupiah, Menahan tekanan inflasi, Menjaga kepercayaan investor, Menstabilkan pasar keuangan. “Logikanya cukup sederhana. Ketika suku bunga naik, Deposito menjadi lebih menarik. Obligasi menjadi lebih menarik. Investor lebih tertarik menempatkan dananya di Indonesia. Tekanan terhadap rupiah dapat berkurang. Inflasi impor dapat lebih terkendali. Dari sudut pandang stabilitas jangka pendek, langkah ini dapat dipahami,” sebut Rio. Namun pertanyaannya, lanjut Rio, Apakah ini solusi atau hanya penahan guncangan sementara? Rio mengatakan, fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat, namun juga Jika melihat data makro secara umum, Indonesia sebenarnya masih memiliki fondasi ekonomi yang cukup baik, dimana Pertumbuhan ekonomi relatif stabil, Inflasi masih terkendali, Perbankan nasional masih sehat, pehitungan Cadangan devisa masih cukup kuat, Konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi. “Indonesia juga memiliki modal besar berupa sumber daya alam, bonus demografi, dan program hilirisasi yang terus berjalan. Namun fundamental yang kuat tidak berarti kebal terhadap tekanan eksternal. Meskipun demikian, Masalah utama yang masih menjadi perhatian adalah tingginya sensitivitas pasar terhadap arus modal global dan sentimen investor internasional. Artinya, meskipun kondisi ekonomi domestik cukup baik, tekanan dari luar negeri tetap dapat memberikan dampak yang signifikan, sehingga juga dampaknya terhadap IHSG, “sebutnya. Ditegaskan pria yang memiliki sertifikasi penguji perbankan tersebut, kenaikan BI Rate biasanya menjadi sentimen yang kurang disukai pasar saham dalam jangka pendek. Ketika bunga naik, Biaya pinjaman perusahaan meningkat, Ekspansi bisnis menjadi lebih mahal, Konsumsi masyarakat berpotensi melambat, Investor memiliki alternatif investasi yang lebih menarik di deposito atau obligasi. “Akibatnya, IHSG sering kali mengalami tekanan sesaat setelah kenaikan suku bunga diumumkan. Namun penting dipahami bahwa pasar saham dan ekonomi riil tidak selalu bergerak searah. IHSG bergerak berdasarkan ekspektasi. Sedangkan ekonomi riil bergerak berdasarkan produktivitas. Selengkapnya
Paradoks Hantavirus dan Kegagalan Ekuitas Kesehatan Global
*Ruben Cornelius Siagian Dunia medis sering kali membanggakan kecepatan inovasi vaksin di era modern, namun Hantavirus tetap menjadi noda hitam dalam sejarah kesehatan global. Sejak Selengkapnya
Hari Kebebasan Pers: Melawan Narkoba, Seraya Membongkar Siapa Pengkhianat Negara
Penulis: Ririen Binti – Wartawan Di Kalteng Setiap tanggal 3 Mei, Wartawan merayakan Hari Kebebasan Pers Sedunia, dan menjadi pengingat bahwa kebenaran tidak Selengkapnya
Pasar Wadai Ramadhan: Tradisi yang Bertahan atau Sekadar Seremoni?
Oleh Nuryeni (Mahasiswa Pascasarjana, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Setiap Ramadhan tiba, Pasar Wadai kembali menjadi pusat keramaian yang menghidupkan Selengkapnya
Kinerja Lebih Penting dari Gelar: Belajar Dari Para Rektor Yang Mendobrak Tradisi
Wartawan Senior Kalteng; Ririen Binti Sebagai Wartawan, saya selalu belajar untuk menghargai setiap sudut pandang. Namun, menyikapi hasil survei In Depth Politics yang menyebut 95,32% Selengkapnya
Berdirinya Pos Antinarkoba di Puntun, Wujud Negara Hadir Dan Serius Memerangi Narkoba
GDAN Melakukan Sosislisasi Melawan Narkoba di Kompleks Ponton.(Media Dayak/foto -dok GDAN) Pemerintah dengan tegas menyatakan, peredaran gelap narkotika adalah kejahatan luar biasa, yang tentunya Selengkapnya
Program MBG Diperkuat: BGN Koordinasi Intensif dengan Sekolah dan Rumah Sakit
Jakarta, Media Dayak Pemerintah terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu agenda prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia. Badan Gizi Selengkapnya
Penguatan Nilai HAM Beri Perlindungan Anak dan Perempuan
Oleh: Lestari Arunika)* Penguatan nilai hak asasi manusia (HAM) menjadi fondasi penting dalam memastikan perlindungan yang lebih kuat bagi anak dan perempuan. Dalam konteks sosial Selengkapnya


















