Wagub Kalteng Edy Pratowo saat memberikan sambutan di kegiatan Asistensi Pelaksanaan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, bertempat di AEH Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (30/1). (Media Dayak/MMC Kalteng)
Palangka Raya, Media Dayak
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengungkapkan berdasarkan data IDM Provinsi Kalteng Tahun 2023, terdapat 0 Desa Sangat Tertinggal, 143 Desa Tertinggal, 704 Desa Berkembang, 391 Desa Maju, dan 194 Desa Mandiri. Dilihat dari data tersebut, memang sudah tidak ada lagi Desa Sangat Tertinggal di Provinsi Kalteng.
“Namun, upaya percepatan pembangunan harus terus kita lakukan, khususnya meningkatkan status desa-desa yang masih tertinggal,” kata Wagub saat membuka secara resmi Asistensi Pelaksanaan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, bertempat di Aula Eka Hapakat (AEH) LT III Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (30/1).
Wagub menegaskan, bahwa beberapa tantangan harus mampu dihadapi, antara lain rendahnya kualitas sumber daya manusia, terbatasnya akses dan sarana infrastruktur, serta keterjangkauan wilayah.
“Sejalan hal tersebut, visi Misi Gubernur Kalteng adalah membangun Kalteng Makin Berkah.. Oleh karenanya, Gubernur dan Ketua TP PKK Provinsi Kalteng juga intens menggerakkan berbagai program kegiatan pemberdayaan kesejahteraan perempuan ibu dan anak,” terangnya.
Wagub menyebut Pemprov Kalteng bertekad fokus mendorong percepatan pembangunan daerah, terutama sektor infrastruktur untuk aksesibilitas, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian dalam arti luas.
“Selain itu, Desa Tertinggal identik dengan persoalan kemiskinan, stunting, pernikahan di bawah umur, dan yang rentan adalah minimnya kesejahteraan masyarakat, khususnya akses bagi perempuan ibu dan anak,” ungkapnya.
Lebih lanjut Wagub menyampaikan sambutan baiknya dan mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa PDTT RI ini.
“Diharapkan bersama, pertemuan strategis ini dapat menjadi momentum untuk semakin menguatkan koordinasi dan sinergi dalam memajukan pembangunan desa, khususnya di wilayah Provinsi Kalteng,” tutupnya (MMC/YM/AW)












