Ketua DPRD Gumas Binartha akrab bersama Wabup Gumas Efrensia L P Umbing.(Media Dayak/Novri JK Handuran)
Kuala Kurun, Media Dayak
Gagasan berani dilontarkan Ketua DPRD Gunung Mas (Gumas) Binartha dengan mendorong lahirnya Peraturan Bupati (Perbup) tentang pembatasan jam malam bagi pelajar di bawah usia 18 tahun. Usulan Binartha ini bukan sekedar wacana normatif, melainkan respons tegas atas meningkatnya kekhawatiran Masyarakat khususnya para orang tua terhadap fenomena kenakalan remaja yang kian mengkhawatirkan.
Binartha yang karib disapa Obin menilai, malam hari kerap menjadi ruang bebas tanpa kontrol bagi sebagian pelajar, yang berujung pada berbagai perilaku menyimpang,mulai dari pergaulan bebas, konsumsi minuman keras dan narkoba, hingga aksi kriminalitas ringan yang perlahan membentuk pola berbahaya. “Ini bukan soal membatasi kebebasan, tapi melindungi masa depan generasi muda,” tegas Binartha kepada mediadayak.id dengan nada serius, Selasa (5/5/2026).
Binartha menilai, Perbup pembatasan jam malam akan menjadi instrumen hukum yang jelas bagi aparat dan orang tua dalam melakukan pengawasan. Dengan aturan yang tegas, pelajar diharapkan berada di rumah pada jam tertentu kecuali untuk kepentingan mendesak yang dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih jauh, Ketua DPRD asal Partai Golkar itu menekankan, regulasi ini harus dibarengi dengan pendekatan humanis dan edukatif. Pemerintah daerah, sekolah, hingga keluarga harus bergerak bersama. “Kalau hanya aturan tanpa pengawasan dan pembinaan, hasilnya tidak akan maksimal. Ini harus menjadi gerakan kolektif,”tegasnya.
Apa yang disampaikannya itu, Binartha meyakini diprediksi bakal memicu diskursus publik. Di satu sisi, banyak pihak mendukung sebagai langkah preventif yang konkret. Namun di sisi lain, tidak sedikit yang mengingatkan agar kebijakan ini tidak mengekang ruang kreativitas remaja.
Meski demikian, Binartha tetap optimistis. Dirinya percaya, dengan formulasi kebijakan yang tepat dan sosialisasi yang masif, Perbup jam malam justru akan menjadi benteng awal dalam menyelamatkan generasi muda dari jurang kenakalan yang semakin kompleks.
“Kalau kita tidak mulai dari sekarang, kapan lagi? Ini soal masa depan daerah,” pungkasnya dengan nada tinggi.(Nov/Aw)












