Maria: Kita Segera Lakukan Fogging

 dr.Maria Efianti (Kadinkes Gumas)

Kuala Kurun,Media Dayak

Bacaan Lainnya

Penyakit DBD(Demam Berdarah Dengue)yang menyerang beberapa warga Kelurahan Kuala Kurun dan  Tampang Tumbang Anjir,
Kecamatan Kurun,Kabupaten Gunung Mas(Gumas)saat ini,mendapat perhatian  Kepala Dinas Kesehatan(Kadinkes)
Gumas,dr Maria Efianti.

“Saya dan kita semua prihatin dengan saudara saudara kita(warga)yang terkena DBD.
Tahun 2018,terhadap beberapa warga yang terkena DBD,
kami(Dinkes)lakukan beberapa tindakan,seperti fogging dan pemberian abate.Dalam waktu dekat,fogging  akan  kami lakukan di Kelurahan Kuala Kurun dan Kelurahan Tampang Tumbang Anjir,” tutur Maria ditemui diruang kerjanya,
Rabu(16/1).

Wanita yang pernah menjadi Direktur BLUD RSUD Kurun itu menyatakan,semua tindakan dan keputusan yang diambil pihaknya terkait DBD,harus berdasarkan SOP(standar operasional prosedur).

“Kegiatan(fogging)yang kami lakukan nanti,itu dilakukan karena memang sudah sesuai SOP,” tegasnya.

“Fogging tujuannya untuk menyebarkan pestisida ke udara dan lingkungan melalui asap,yang diharapkan dapat membunuh nyamuk dewasa sehingga rantai penularan DBD dapat diputus dan menurunkan populasinya,selain upaya  lainnya,seperti pemberantasan sarang nyamuk(PSN)dan pemberian abate,” lanjut dia.

Pihaknya(Dinkes)sejak tahun 2018 sudah melakukan intervensi terkait DBD,seperti pengendalian vektor,surveilans epidemiologi, penyuluhan,
monitoring,evaluasi,pemberian abate,fogging,pemberantasan sarang nyamuk dan lainnya.

“Intervensi yang kami lakukan membuat DBD tidak menimbulkan KLB dan itu(KLB)memang tidak kita harapkan,” seru Maria seraya menambah tahun ini tetap dilakukan(intervensi)sampai penyakitnya diminimalisir dimasyarakat.

Maria jelaskan,masyarakat yang terkena DBD  sifatnya fluktuatif.Minggu ke 50 tahun 2018,terdapat 18 penderita DBD dan akhir desember 2018 terdapat 12 penderita.
Penurunan kasus DBD diakhir desember 2018  sebagai hasil dari intervensi yang dilakukan pihaknya,dan  tahun ini penderita DBD diharapkan berkurang bahkan zero case.

“Kendati ada intervensi dari kami,yang terpenting juga adalah peran serta masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya.Kalau lingkungan bersih, tidak ada tempat untuk nyamuk bersarang,” cetusnya.

Pejabat yang dekat dengan wartawan itu menegaskan kembali,masalah kesehatan merupakan  tanggungjawab bersama masyarakat dan pemerintah

“Kesehatan merupakan hak asasi semua orang,sehingga semua orang wajib menjaga kesehatannya.Salah satunya terhindar dari DBD,dengan cara membersihkan bak mandi seminggu sekali,perhatikan perabotan rumah tangga yang menampung air,menggunakan kasa nyamuk,tidak menggantung baju terlalu lama,menggunakan kelambu saat tidur serta clean environment(lingkungan yang bersih),” tukasnya.(Nov/Lsn)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *