Bupati Hj Nurhidayah mengajak masyarakat untuk mensukseskan Sensus Ekonomi 2026, di Kobar (Media Dayak/Ist)
Pangkalan Bun, Media Dayak
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Upaya ini dilakukan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Bupati Kobar Hj. Nurhidayah menegaskan, data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam melihat kondisi riil perkembangan usaha dan perekonomian masyarakat hingga tingkat wilayah terkecil. Menurutnya, data yang akurat akan membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang mampu meningkatkan daya saing usaha serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pelaksanaan Sensus Ekonomi tahun 2026 tentunya memiliki manfaat yang sangat besar, terutama sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan untuk mendukung kelancaran kemajuan serta daya saing usaha di Kabupaten Kotawaringin Barat,” ujar Nurhidayah, Jumat (8/5).
Ia mengatakan, melalui data yang lengkap dan terpercaya, pemerintah dapat menyusun program pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, baik dalam sektor perdagangan, jasa, industri rumah tangga, maupun pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Karena itu, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan demi keberhasilan pelaksanaan sensus tersebut.
Bupati juga mengajak masyarakat agar menerima petugas sensus dengan baik saat pendataan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026. Ia berharap masyarakat dapat memberikan jawaban yang jujur, lengkap, dan akurat agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi di lapangan.
“Mari pada bulan Mei sampai dengan Agustus tahun 2026 nanti kita terima petugas dari Badan Pusat Statistik serta memberikan jawaban yang akurat dan lengkap. Mari bersama-sama kita wujudkan data yang akurat demi ekonomi yang kuat, data akurat ekonomi kuat, Kobar semakin jaya,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala BPS Kobar Tony Suprianto menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi di luar sektor pertanian. Data tersebut nantinya akan digunakan untuk melihat struktur ekonomi daerah, perkembangan usaha, hingga potensi ekonomi digital dan ekonomi lingkungan.
“Melalui Sensus Ekonomi 2026, kami ingin memastikan tersedianya informasi yang lengkap terkait struktur ekonomi, karakteristik usaha, hingga perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan sebagai dasar pengambilan kebijakan,” jelas Tony.
Ia menambahkan, seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Hasil sensus nantinya akan disajikan dalam bentuk data agregat tanpa menampilkan identitas individu maupun usaha tertentu.
Tahapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sendiri dimulai dari sosialisasi pada April 2026, kemudian dilanjutkan program “Ngisi Bareng” (Ngibar) pada Mei, hingga pendataan lapangan secara door-to-door yang berlangsung pada pertengahan Juni sampai Agustus 2026. Petugas sensus juga telah mendapatkan pelatihan khusus guna memastikan kualitas data yang dikumpulkan tetap akurat dan terpercaya. (Rd/Lsn/Aw)













