Lokasi Pembangunan Pasar Tewah Sudah Ditetapkan

Drs Yulianus H Umar (Kadisperindag Gumas)

Bacaan Lainnya

Kuala Kurun,Media Dayak

Lokasi pembangunan pasar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) tahun ini di kelurahan Tewah, kecamatan Tewah, sudah ditetapkan.

“Tanah tempat pembangunannya hibah dari warga, berada di jalan Perintis, depan masjid Darul Aman. Lokasinya sangat strategis,” kata Kadisperindag Gumas, Yulianus H Umar, Minggu (27/1).

Mantan sekretaris DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Gumas itu mengapresiasi harapan warga agar bangunan pasar itu nantinya berfungsi.

“Dengan perencanaan yang sudah matang, kita (Disperindag) pastikan bangunan pasar di Tewah nantinya berfungsi dan  ramai dengan kegiatan jual beli yang dilakukan dan kita pastikan juga warga lokal diprioritaskan untuk berjualan di blok-blok pasar yang tersedia,” ujar Yulianus.

“Parkir pasar dan drainase pasar menjadi perhatian, kita tidak ingin pasar nantinya banjir kala hujan karena drainasenya yang tidak optimal, kita juga ingin area parkir pasar memadai untuk warga yang berjualan dan warga pembeli,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Kadisperindag Gumas,Yulianus H Umar, menyatakan tahun ini pihaknya membangun pasar di kelurahan Tewah, kecamatan Tewah dan kelurahan Napoi, kecamatan Miri Manasa.

“(Anggaran pembangunan pasar) dari dana DAK (Dana Alokasi Kusus)ya. Untuk Kelurahan Tewah, budget nya kurang lebih Rp 2 Miliar dan Kelurahan Napoi Rp 1,2 Miliar. Pembangunannya melalui tahapan,mulai perencanaan dengan dibuat gambar dan RAB (rincian anggaran biaya), dilanjutkan tahap pelelangan, kemudian pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor pemenang lelang. Kita harapkan  triwulan dua pekerjaan sudah dimulai,” lanjutnya.

Pasar yang nantinya sudah terbangun di kelurahan Tewah dan kelurahan Napoi, dia berharap dapat meningkatkan perekonomian warga melalui pendapatan yang diperoleh dari berdagang.

Tahun 2018 sebut Yulianus, dibangunan pasar di desa Teluk Nyatu, Hurung Bunut, Tumbang Marikoi, Tumbang Miri dan Tumbang Rahuyan. Tahun 2017 di Tumbang Talaken dan tahun 2016 di kelurahan Kampuri dan Sepang.

“Delapan pasar sudah terbangun ditambah dua tahun ini, jadi sepuluh. Itu (bangunan pasar) menjadi tempat para pedagang meraih pendapatan dengan kerja keras, ramah, ulet dan pantang menyerah. Memang tidak selamanya (berdagang) untung, namun dengan kegigihan, dapat menjadi pedagang yang sukses, dengan tidak lupa juga dari hasil yang sedikit itu di saved, untuk modal usaha selanjutnya,” ungkap Yulianus. (Nov)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *