Wilayah Pelosok Kalteng Perlu Penambahan Tenaga Guru

Foto : Duwel Rawing

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta kepada pemerintah untuk terus meningkatkan penempatan tenaga pendidik, khususnya di wilayah pelosok. Pasalnya, sampai saat ini tenaga pendidik di pelosok masih minim.

Keluhan itu selalu menjadi aspirasi masyarakat kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Kalteng, saat melaksanakan reses. Salah satunya datang dari Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan, dimana akibat keterbatasan tenaga pendidik di wilayah ini, proses belajar mengajar hanya dilaksanakan oleh tenaga honorer.

Oleh sebab itu, DPRD Kalteng mengharapkan agar apa yang menjadi keluhan masyarakat ini bisa mendapat perhatian dari pemerintah untuk segera diberikan solusi, sehingga pembangunan sumber daya manusia (SDM) khususnya di wilayah pelosok bisa dilangsungkan secara maksimal.

Anggota DPRD Kalteng Duwel Rawing mengatakan, ada sekolah di Kecamatan Bukit Raya yang tenaga pengajarnya hanya honorer. Hal inilah yang diharapkan kedepan bisa mendapatkan solusi dari pemerintah.

“Guru SMP satu atap tenaga pengajarnya hanya honorer dan belum ada guru ASN, tenaga honorer dari pihak perusahaan, kita mengharapkan kedepan penempatan tenaga pendidik, khususnya dipelosok dapat terus ditingkatkan,” Ucal Duwel, saat dibincangi media ini, di gedung dewan, jalan S.Parman, Pekan lalu.

Masyarakat di wilayah itu juga meminta adanya penempatan guru Matematika serta Bahasa Inggris. Memang sebelumnya guru atau tenaga pendidik banyak yang pernah mengabdi di daerah ini, namun hanya beberapa waktu bertugas, hal ini disebabkan karena daerahnya masih terisolasi.

“Guru datang silih berganti dan hanya beberapa waktu bertugas karena keadaan wilayah Kecamatan yang masih terisolasi dan sangat jauh, sehingga guru tidak kerasan bertugas,” ungkap Ketua Komisi C DPRD Kalteng ini.

Masalah lain juga yang menjadi kendala di Kecamatan Bukit Raya ungkap legislator dari fraksi PDI Perjuangan ini adalah masalah listrik atau sarana penerangan. Karena belum adanya aliran listrik yang memadai sehingga siswa-siswi SMA yang mau melaksanakan ujian nasional bergabung dengan sekolah lain.

“Mengingat belum ada aliran listrik yang memadai, sehingga siswa SMA untuk ujian nasional bergabung dengan SMA lain yang sudah ada aliran listriknya,” pungkas Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas (Gumas) dan Kota Palangka Raya ini.(Nvd)

image_print

Pos terkait