Wagub Kalteng Edy Pratowo saat audiensi bersama Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN di Ruang kerjanya, Rabu (21/1/2026).(Media Dayak/Biro Adpim)
Palangka Raya, Media Dayak
Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo menerima audiensi Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Letjen TNI Dadang Hendrayuda, di Ruang Rapat Wagub, Rabu (21/1/2026)
Pertemuan tersebut membahas evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kalteng. Dalam audiensi itu, Dadang menegaskan bahwa BGN berkomitmen memastikan tata kelola dan petunjuk teknis pelaksanaan MBG berjalan sesuai regulasi.
Ia menyampaikan bahwa MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan dapur makanan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Menurutnya, program MBG mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah melalui keterlibatan petani, peternak, UMKM, hingga sektor katering dan logistik. Perputaran ekonomi yang dihasilkan diyakini jauh melampaui nilai anggaran program itu sendiri, sekaligus memperkuat sistem pangan lokal.
“Kami ingin semua pihak, baik Forkopimda maupun Pemerintah Daerah, memiliki pemahaman dan visi yang sama. Pengawasan kualitas gizi juga perlu didukung oleh TNI dan Polri,” ujar Dadang.
Ia menambahkan, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan sektor swasta menjadi kunci agar pelaksanaan MBG berjalan optimal, termasuk dalam menjamin ketersediaan bahan pangan.
Menanggapi hal tersebut, Wagub Edy Pratowo menyatakan bahwa Pemprov Kalteng terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Salah satu langkah konkret yang disepakati adalah percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Kalteng.
Wagub juga menjelaskan bahwa Pemprov Kalteng bersama Forkopimda tengah menyiapkan dukungan pasokan pangan. Di antaranya melalui pembangunan Rice Milling Plant (RMP) di Desa Lampuyang, Kabupaten Kotawaringin Timur, serta pengembangan Rice Milling Unit (RMU) dan program Rice to Rice (RtR) di Kabupaten Pulang Pisau.
Selain sektor pertanian, Pemprov Kalteng juga membangun pabrik pakan ternak di Kecamatan Parenggean, Kotawaringin Timur, serta mengembangkan sentra hortikultura di kawasan Kalampangan dan Pulang Pisau sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan daerah.
Namun demikian, Wagub mengakui bahwa kondisi geografis Kalteng masih menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi MBG, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau sehingga belum seluruh siswa dapat menikmati program tersebut secara merata.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan ini. Kehadiran BGN menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bergerak bersama mendukung program prioritas Presiden, khususnya Makan Bergizi Gratis di Kalteng,” tutup Wagub. (Adpim/Yt/Lim)










