Wagub Harapkan Peningkatan Nilai Tambah Produk Pertanian

Wagub Kalteng Edy Pratowo .(Media Dayak/MMC Kalteng)
 
Palangka Raya, Media Dayak 
 
Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng, Edy Pratowo, menyatakan bahwa Kabupaten Pulang Pisau merupakan penyangga pasokan cadangan pangan terbesar kedua di Kalteng. 
 
Hal ini menjadi kesempatan besar bagi para petani di daerah tersebut untuk dapat meningkatkan produktivitas panen padi delapan hingga sepuluh ton per hektar Gabah Kering Panen (GKP).
 
Dalam upaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian, Edy Pratowo mengatakan bahwa peluang terbesar terjadi pada sektor agroindustri. Namun, teknologi penciptaan nilai tambah dan akses pasar sering kali dikuasai oleh usaha pengolahan hasil pertanian dari luar Kalteng.
 
“Untuk itu, diperlukan upaya untuk memutus rantai distribusi pemasaran gabah ke luar daerah dengan membangun unit pengolahan hasil beras di kawasan sentra padi,” ujar wagub, Kamis (4/4/2024).
 
Dengan adanya kawasan sentra padi wagub berharap berbagai kendala dalam produksi dan distribusi pangan, khususnya beras, di Kalteng dapat diatasi dengan pembangunan Rice to Rice (RtR) di Kabupaten Pulang Pisau dan Rice Milling Plant (RMP) di Kabupaten Kotawaringin Timur. 
 
“Upaya ini semoga dapat meningkatkan nilai tambah produksi hasil pertanian untuk beras, sehingga produk pertanian di Kalteng dapat bersaing dengan produk beras luar daerah,” sebut wagub.
 
Dengan adanya pembangunan Rice to Rice (RtR) yang dilengkapi dengan bangunan silo dan fasilitas lainnya di Kabupaten Pulang Pisau, diharapkan gabah dapat disimpan dengan baik dan tidak cepat rusak. 
 
Selain itu, peningkatan kualitas mutu beras dari medium menjadi premium juga diharapkan terwujud tahun ini. Hal ini akan menjadi solusi untuk memecahkan kendala dalam meningkatkan mutu produk beras lokal.(Ytm/Lsn
image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait