Membangun Rice Milling Unit untuk Kearifan Lokal

Sekda Kalteng Nuryakin .(Media Dayak/MMC Kalteng)
 
Palangka Raya, Media Dayak 
 
Sekda Kalteng Nuryakin, pembukaan pembangunan Rice to Rice dan Rice Milling Unit, tidak hanya untuk menciptakan nilai tambah bagi petani, masyarakat, maupun pemerintahannya, tapi juga kearifan lokal dan kemajuan daerahnya. 
 
Sekda menilai dengan membangun Rice Milling Unit di lokasi-lokasi sentra produksi padi, hal tersebut dapat mewujudkan hilirisasi pangan yang tangguh, sehingga hasil pertanian memiliki suatu brand atau nama dari daerah yang dimiliki saat dibawa ke luar daerah Kalteng. 
 
“Jika tidak memiliki Rice Milling Unit petani di Kalteng akan tergantung dengan daerah lain. Artinya, pembangunan Rice Milling Unit ini sangat penting dalam mengurangi ketergantungan pada daerah lain, serta meningkatkan produksi dan memaksimalkan alat ini,” ujar Sekda saat dikonfirmasi, Kamis (4/4/2024).
 
Sekda menambahkan masyarakat dapat melihat bahwa membangun suatu industri daerah dengan kearifan lokal akan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, mengurangi kemiskinan, mengurangi ketergantungan pada daerah lain, mendorong inovasi, dan meningkatkan nilai tambah. 
 
“Daripada mengambil pengambilan industri yang sudah berkembang di daerah lain, mengapa kita tidak membangun suatu industri dengan kearifan lokal dan membuat suatu brand daerah yang dapat dibanggakan,” imbuhnya.
 
Dalam konsep kearifan lokal, memperkuat pendekatan budaya lokal pada industri makanan meningkatkan nilai tambah.  Pengembangan industri makanan yang berbasis pada kearifan lokal juga lebih memperhatikan nilai sosial, budaya, dan komunitas. Sehingga, selain meningkatkan nilai jual dan kesejahteraan petani, juga bisa meningkatkan kualitas lingkungan di sekitarnya.
 
Lebih lanjut sekda menyebutkan dalam hal memilih bahan pangan, produsen modern mungkin mencari ke mancanegara untuk bahan pangan tertentu, mengabaikan bahan pangan yang terdapat di lokal. Padahal, penggunaan bahan dan rempah yang berasal dari daerah lokal dapat memicu potensi ekonomi dan bisnis. 
 
“Produk pangan yang diproduksi di daerah lokal tidak hanya lebih segar dan lebih terjamin kualitasnya, tapi juga dapat memberikan dampak yang positif pada lingkungan sekitar dan meningkatkan penghasilan masyarakat setempat,” lugasnya.
 
Maka dari itu Sekda mendukung pengembangan pangan lokal dengan potensi kearifan lokal dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani, masyarakat, serta memacu perekonomian daerah setempat. (Ytm/Lsn)
 
 
image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait