Terapkan 3M dan PHBS 

Riduanto.(Media Dayak/Ist)

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Meningkatnya intensitas dan curah hujan selama musim penghujan di akhir tahun 2020 ini, dikhawatirkan akan memiliki dampak salah satunya yakni munculnya nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit demam berdarah dengue. Hal itu dikarenakan nyamuk tersebut menggunakan air yang tergenang sebagai sarana berkembang biaknya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Riduanto mengatakan jika cara yang paling mudah dan murah untuk mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti pembawa penyakit DBD, adalah melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan abatisasi serta penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), Selasa (10/11/2020).

Gerakan 3 M dan abatisasi, lanjutnya, yakni Menguras, Mengubur dan Menutup serta melakukan penambahan abate pada wadah yang menampung air, kemudian dengan ditambah penerapan PHBS baik bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar diyakini akan lebih efektif dibanding cara pemberantasan nyamuk lainnya seperti pengasapan.

“Yang paling penting jangan ada genangan ataupun media yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk di sekitar lingkungan tempat tinggal,” ujar Riduanto kepada awak media beberapa waktu yang lalu.

Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan agar masyarakat bisa lakukan pengurasan secara berkali pada bak mandi ataupun tempat penampungan air dirumah masing-masing, karena hal tersebut bertujuan untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk. Selain itu, tempat menggantung pakaian juga ditambahkannya harus lebih sering diperiksa dan dibersihkan.

Riduanto juga menjelaskan, masyarakat memiliki andil besar untuk membuat lingkungan bebas dari nyamuk  Aedes aegypti penyebab penyakit DBD maupun penyakit endemik musim hujan lainnya. Dan satu yang terpenting, stigma masyarakat bahwa nyamuk hanya bisa diberantas dengan pengasapan atau fogging, harus perlahan-lahan diubah.

“Fogging sendiri hanya efektif untuk memberantas nyamuk dewasa, tidak dengan jentiknya. Mereka akan tetap tumbuh dan menjadi nyamuk dewasa lagi. selain itu, dampak negatif penggunaan fogging yang mengandung bahan kimia juga dikhawatirkan berbahaya bagi kesehatan. Saat ini yang terpenting adalah memutus rantai perkembangbiakan nyamuk dengan 3M dan PHBS, agar kita terhindar dari kerugian karena DBD ini,” pungkasnya. (Dmt/Lsn)

 

image_print

Pos terkait