DPRD Gumas Dukungan Penuh Langkah Pemkab Perjuangkan Revitalisasi Puluhan Sekolah. Pemerintah Pusat Diminta Tidak Tutup Mata dengan Pendidikan di Gumas

Anggota Komisi III DPRD Gunung Mas Herda (kanan) bersama koleganya Endra (Media Dayak/Novri J H)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi III DPRD Gunung Mas (Gumas) Herda, memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemkab Gumas melalui  Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga(Disdikpora) memperjuangkan revitalisasi puluhan sekolah di Gumas. Menurut Herda, kondisi sarana pendidikan di sejumlah wilayah pedalaman di Gumas memang sudah tidak layak dan membutuhkan intervensi serius dari pemerintah pusat.

Herda menegaskan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh dikorbankan hanya karena keterbatasan anggaran daerah. Dirinya berharap Kemendikdasmen memberikan prioritas kepada usulan yang disampaikan Pemkab Gumas karena menyangkut hak anak-anak untuk memperoleh fasilitas belajar yang aman dan layak.

“Ini bukan sekedar membangun gedung sekolah, tetapi menyelamatkan masa depan generasi muda Gunung Mas. Jangan sampai anak-anak di pedalaman terus belajar di ruang kelas yang rusak atau tidak memenuhi standar. Pemerintah pusat harus hadir dan memberikan perhatian nyata,” tegas Herda kepada mediadayak.id, Senin (6/7/2026).

Politisi Partai Golkar itu juga memastikan lembaganya akan terus mengawal proses usulan tersebut hingga ada keputusan dari pemerintah pusat. Menurutnya, revitalisasi sekolah harus menjadi prioritas karena berpengaruh langsung terhadap kualitas pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia di Kabupaten Gumas.

“Kami di DPRD siap mengawal dan mendorong agar sebanyak mungkin sekolah di Gunung Mas memperoleh bantuan revitalisasi. Pendidikan adalah fondasi pembangunan daerah. Semakin baik fasilitas sekolah, semakin besar peluang melahirkan generasi yang berkualitas dan mampu bersaing di masa depan,”tandas Herda.

Diwartakan sebelumnya, Pemkab Gumas melaui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) terus berpacu menyelamatkan kualitas pendidikan di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Sebanyak 62 sekolah resmi diusulkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperoleh Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 sebagai langkah mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan, khususnya di wilayah pedalaman.

Bupati Gumas Jaya Samaya Monong melalui Kadisdikpora Gumas, Aprianto, menjelaskan, pemerintah daerah saat ini juga telah memprioritaskan empat lokasi sekolah yang dibiayai melalui APBD bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Namun, pelaksanaannya dilakukan dengan penyesuaian berdasarkan tingkat urgensi dan agar tidak terjadi tumpang tindih dengan program bantuan pemerintah pusat.

“Beberapa lokasi kami sesuaikan karena mempertimbangkan skala prioritas. Ada sekolah yang berpotensi mendapatkan bantuan revitalisasi langsung dari Kemendikdasmen sehingga perlu dilakukan penyesuaian,” ujar Aprianto, Jumat (3/7/2026) lalu.

Menurut Apri, usulan yang telah disampaikan sejak Januari hingga Februari 2026 itu diharapkan mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Dari 62 sekolah yang diajukan, Pemkab Gumas berharap setidaknya separuh di antaranya dapat memperoleh bantuan rehabilitasi maupun pembangunan baru.

Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Hingga kini masih banyak gedung SD dan SMP, terutama di kawasan pelosok, yang kondisinya memprihatinkan. Bahkan, sebagian bangunan merupakan peninggalan lama sejak Gumas masih menjadi bagian dari Kabupaten Kapuas dan belum pernah mendapatkan rehabilitasi secara menyeluruh.

“Program revitalisasi ini menjadi harapan besar kami, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang membuat ruang fiskal daerah sangat terbatas untuk pembangunan fisik sekolah,” kata Apri.

Untuk memastikan usulan tepat sasaran, Disdikpora Gumas terus memperkuat koordinasi dengan Kemendikdasmen melalui sistem Revitalisasi (Revit) yang terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Melalui sistem tersebut, seluruh kondisi sekolah, mulai dari tingkat kerusakan bangunan hingga kebutuhan fasilitas pendukung, dilaporkan secara digital dan diverifikasi langsung oleh pemerintah pusat.

Program revitalisasi itu sendiri mencakup rehabilitasi ruang kelas, pembangunan toilet yang memenuhi standar sanitasi, penyediaan air bersih, pembangunan perpustakaan, laboratorium, hingga sarana penunjang lainnya. Disdikpora juga berharap pemerintah pusat turut memberikan perhatian terhadap pembangunan rumah dinas guru yang banyak mengalami kerusakan, khususnya di daerah terpencil.(Nov/Aw)

image_print

Pos terkait