Sosialisasi Kelembagaan Bina Spiritual Diharapkan Membawa Dampak Positif

SAG Kalteng Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Herson B Aden saat menyampaikan sambutannya, Kamis (19/10).(Media Dayak/MMC Kalteng)

Palangka Raya, Media Dayak

Sekda Kalteng melalui, Staf Ahli Gubernur (SAG) Kalteng Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Herson B Aden, berharap Sosialisasi Kelembagaan Bina Spiritual Biro Kesra Setda Provinsi Kalteng Tahun 2023, dapat membawa dampak positif bagi kemajuan dan kerukunan umat beragama dan kehidupan sosial.
 
“Sehingga di masa yang akan datang dapat terjalin kerjasama dan komunikasi yang baik antara Pemprov Kalteng dengan Lembaga Keagamaan/ Organisasi Masyarakat untuk selalu merawat semangat keberagaman, dan menjunjung tinggi perdamaian dan anti kekerasan serta hidup toleransi yang tinggi antar-umat beragama,” terangnya saat mewakili Sekda Provinsi Kalteng membuka secara resmi kegiatan sosialisasi di Aula Hotel Fiz, Kamis (19/10).
 
Lanjutnya, serta hidup rukun bersama, hidup berdampingan, dan selalu bisa menghargai sesamanya, serta dapat membawa dampak positif bagi generasi muda milenial Kalteng, semakin cerdas dan berakhlak untuk Mewujudkan Kalteng Berkah.
 
Ia menyebut kerukunan beragama dan kehidupan sosial masyarakat adalah keadaan hubungan antar sesama yang dilandasi toleransi, saling pengertian dan saling menghormati dalam pengamalan ajaran agama dan lingkungan sosial serta kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat. 
 
“Dalam bidang kerukunan beragama dan kehidupan sosial ada benang merah antara ekonomi umat dengan kerukunan beragama dan kehidupan sosial masyarakat, dengan meningkatkan dan memberdayakan ekonomi melalui ekonomi masyarakat, menjadi perekat kerukunan, karena mampu menjadi wahana bersilaturahmi antar umat beragama dan lingkungan sosial serta mampu saling mengakrabkan,” tutur Herson.
 
Dikatakannya, strategi baru arah kebijakan pemeliharaan kerukunan umat beragama dan kehidupan sosial, bisa dikembangkan dengan konsep suatu pendekatan kebijakan dengan kolaborasi dari unsur-unsur diluar lembaga keagamaan/organisasi masyarakat yang berasal dari seluruh aspek perekonomian. 
 
“Arah baru ini dipengaruhi oleh evaluasi terhadap pengelolaan Lembaga Keagamaan/Organisasi Masyarakat,” tutupnya mengungkapkan.(MMC/YM/AW)
image_print

Pos terkait