Smart Agro Melalui Budidaya Ayam Kampung

Anggota DPRD Gumas Rayaniatie Djangkan saat memantau kegiatan usaha kelompok peternakan ayam kampung di Desa Pilang Munduk Kecamatan Kurun baru-baru ini. (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak 

Bacaan Lainnya

Konsep pembangunan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) 3 Smart, salah satunya Smart Agro yang menfokuskan pada pengembangan pertanian dalam arti luas di wilayah Gumas, salah satunya pengembangan sektor peternakan, diantaranya peternakan ayam.

“Pengembangan pertanian dalam arti luas di Kabupaten Gunung Mas sebuah keniscayaan dalam menciptakan mata pencaharian baru, menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan. Salah satunya melalui budidaya ayam kampung,” kata Anggota DPRD Gumas Rayaniatie Djangkan, Kamis (23/11).

Raya mengaku, dirinya baru-baru ini memantau kegiatan usaha kelompok peternakan ayam kampung di Desa Pilang Munduk Kecamatan Kurun.

“Kegiatan dilakukan untuk melihat perkembangan maupun kendala yang dihadapi kelompok peternak ayam kampung yang kita bina selama ini,” kata Raya.

Kelompok peternakan ayam kampung yang dibinanya mengalami perkembangan yang cukup baik. Ayam kampung yang dibudidaya jumlahnya saat ini sudah mencapai puluhan ekor.

“Dengan mereka [kelompok peternak ayam kampung] mengurus ayam kampung secara ulet dan disiplin dalam memberi makan, pembudidayaan ayam kampung yang mereka lakukan bisa berkembang dengan baik, jumlahnya bertambah bisa mencapai ratusan ekor,” tutur Raya

Lebih lanjut Raya mengatakan peluang bisnis ayam kampung di Gumas menjanjikan. Kebutuhan konsumen ayam kampung, baik pada daging maupun telurnya sangat besar.

Masyarakat diimbaunya memanfaatkan lahan pekarangan untuk membudidaya ayam kampung dengan tujuan pemenuhan gizi dan peningkatan pendapatan.

“Daging ayam kampung itu lebih sehat, dengan rasa, tekstur dan kadar lemaknya yang rendah. Harga daging ayam kampung pun relatif stabil,” ujar Raya

Legislator tiga periode itu mengajak masyarakat khususnya generasi muda Gumas untuk berbisnis ayam kampung karena bisa meraup cuan yang besar apabila pembudidayaan dilakukan secara intensif.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Dinas Pertanian (Sekdistan) Gumas Herianto menyampaikan, populasi ayam kampung di Gumas mencapai 87 ribu ekor.

Di akhir tahun 2022 populasinya mencapai 27.491 ekor, dan data terakhir di triwulan dua tahun 2023, populasinya mengalami peningkatan dikisaran 400 ribu ekor.

Ini menunjukan bagaimana potensi pengembangan ayam kampung di Gumas sangat signifikan, dan ini juga menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam mewujutkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kendati populasi ayam kampung di Gumas sangat signifikan, Heri mengaku masih belum cukup mampu memenuhi kebutuhan konsumen ayam kampung, baik pada daging maupun telurnya.

Pemkab Gumas melalui distan ingin pembangunan pertanian di Gumas berjalan maksimal dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (Nov/Aw)

image_print

Pos terkait