Sebelum Habis Masa Jabatan Gubernur,Jalan Khusus Sudah Rampung

Kepala Dishub Provinsi Kalteng Yuliandra Dedy.(Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Sebelum habis masa jabatan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H.Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur (Wagub) H. Edy Pratowo, jalan khusus untuk truk angkutan hasil pertambangan, perkebunan dan kehutanan perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasi di wilayah Gunung Mas (Gumas) dan Kapuas akan segera terealisasi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalteng Yuliandra Dedy kepada awak media usai upacara Hari Jadi Kabupaten Gumas ke-22 di Halaman Kantor Bupati Gumas, Jumat (21/6).

“Saat ini sedang berproses upaya percepatan untuk pemanfaatan eks jalan koridor perusahaan HPH sebagai jalan khusus untuk angkutan hasil tambang,perkebunan dan kehutanan untuk PBS di Gumas dan di Kapuas hulu sehingga pada saatnya hasil sumber daya alam  dari 2 kabupaten itu bisa diarahkan melalui eks jalan koridor yang diberlakukan sebagai jalan khusus,”kata Dedy.

Ia menjelaskan, saat ini sedang proses update atau penyesuaian kembali terkait dokumen Andalalin [analisis dampak lalu lintas] termasuk nanti arahnya ke Amdal, karena crossingnya tetap menggunakan crossing yang ada di ruas jalan nasional di Desa Lahei Mangkutup Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas.

“Karena akan ada peningkatan volume kendaraan sehingga otomatis harus ada penyesuaian Andalalin yang ada. Saat ini sedang berproses,mudah-mudahan dalam satu bulan ini proses updatenya bisa segera selesai,termasuk penyelesaian kajian terkait mekanisme kerjasama antara PBS yang ada dalam hal pemanfaatan eks jalan koridor itu. Ini sedang dipersiapkan yang pada saatnya nanti dikeluarkan izin penggunaan jalan koridor oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng,”jabar Dedy.

Lebih jauh Dedy memaparkan,dari sisi trase sudah ditetapkan oleh gubernur dengan panjang awalnya kurang lebih 176 km,tapi setelah pertemuan dengan 7 PBS yang jalannya akan digunakan sebagai trase jalan khusus,akhirnya bisa terpangkas mencapai 144 km. Jauh lebih pendek dibandingkan menggunakan ruas jalan provinsi yang melintasi Gumas [Kurun-Palangka].

“Mohon dukungan doa dari masyarakat Gunung Mas agar apa yang sedang diupayakan ini bisa segera terwujud dalam waktu segera. Artinya kita tidak membuat jalan baru, karena di Kalteng ini ada banyak eks jalan koridor perusahaan HPH yang sudah diserahkan kepada pemda dalam hal ini dibawah pengawasan dinas kehutanan provinsi. Nah eks jalan koridor perusahaan HPH ini yang kita maksimalkan sebagai trase jalan khusus,” tuturnya.

Dedy mengatakan, eks jalan koridor yang akan dimaksimalkan sebagai trase jalan khusus yakni dari simpang Batengkong Desa Tanggirang Kecamatan Kapuas Hulu sampai Desa Lahei Mangkutup Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas.

 

“Untuk lebarnya masih dalam proses perencanaan mengingat kondisi eksisting sekarang rata-rata jalan koridor itu ada yang 10 meter,12 meter,15 meter bahkan ada yang sampai 25 meter.Nanti penyesuaian sesuai dengan kebutuhan dari PBS yang akan menggunakan eks jalan koridor itu,”tuturnya.

“Anggarannya non APBD dan APBN.Sepenuhnya bersumber dari PBS.Kita mendorong nanti dibentuk konsorsium dibawah koordinator Perusda Kalteng. Tugas pemprov melakukan pengawasan, supervisi dan fasilitasi,” imbuh dia.

Menyoal kapan realisasi pemanfaatan eks jalan koridor perusahaan HPH sebagai jalan khusus, Dedy mengaku saat ini secara adiministrasi sudah berjalan. Gubernur sudah menetapkan SK gubernur tentang penetapan eks jalan koridor perusahaan HPH yang digunakan sebagai jalan khusus untuk angkutan hasil tambang,perkebunan dan kehutanan.

“Pak gubernur intens mengingatkan agar eks jalan koridor perusahaan HPH yang digunakan sebagai jalan khusus ini bisa segera teralisasi sebelum habis masa jabatan beliau,” ujar Dedy mengakhiri.(Nov/Lsn)

 

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait