RSUD, Puskesmas dan Pustu Diminta Untuk Melakukan Edukasi Kesehatan

PJ Bupati Katingan, Syaiful.(Media Dayak/ Ist)
 
Kasongan, Media Dayak 
 
 Dalam beberapa pekan terakhir ini kualitas udara di Kabupaten Katingan terasa tidak sehat, lantaran asap dari hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian pekat. Sehingga, seluruh tenaga kesehatan, baik yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mas Amsyar, Puskesmas maupun Pustu diminta untuk melakukan edukasi kepada masyarakat Katingan di wilayah tempat tugasnya masing-masing. Permintaan ini diungkapkan Pj Bupati Katingan, Syaiful kepada sejumlah awak media, di rumah jabatannya, belum lama ini.
 
Edukasi dimaksud menurutnya, seperti memberikan imbauan, saran, penyuluhan dan petunjuk kepada masyarakat setempat tentang hidup sehat, sekaligus memberikan pelayanan prima ketika masyarakat ingin memeriksa kesehatannya ataupun ingin berobat. “Jangan sampai adanya pembiaran yang yang pada akhirnya terpuruknya kesehatan masyarakat,” kata Syaiful.
 
Dengan diberikannya edukasi dimaksud, dirinya berharap seluruh masyarakat Katingan menjadi tahu tentang bagaimana hidup sehat di tengah kian pekatnya asap yang terjadi di bumi Penyang Hinje Simpei dalam beberapa pekan terakhir ini. 
 
Disamping itu, dirinya juga menekankan kepada seluruh tenaga kesehatan (nakes) agar selalu siap dan siaga untuk melayani masyarakat ketika sakit dan datang ke RSUD, Puskesmas dan ke Pustu. “Maksudnya berilah pelayanan prima kepada masyarakat, jangan sampai sebaliknya, nakes minta dilayani,” tegasnya. 
 
Artinya, lanjutnya, ketika masyarakat datang ke RSUD, ke Puskesmas ataupun ke Pustu , berarti mereka dalam keadaan sakit, yang sudah menjadi kewajiban nakes untuk melayaninya dengan baik. “Oleh karena itu berilah pelayanan prima kepada mereka,” harapnya. 
 
Karena, nakes ditugaskan di RSUD, di Puskesmas ataupun di Pustu, tujuannya menurutnya untuk melayani kesehatan masyarakat. Bukan hanya terbatas pada nakes yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja, tapi juga Tenaga Harian Lepas (THL) yang memang skillnya di kesehatan. Begitu pula masalah pengadaan obat-obatan, wajib dilengkapi. “Jangan sampai lantaran kehabisan stok obat, lalu pasien disuruh untuk menebus di apotik luar,” tandasnya. (Kas/Lsn) 
 
 
 
 
 
 
image_print

Pos terkait