Kuala Kurun, Media Dayak
Polres Gunung Mas (Gumas) menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti pejabat utama, gabungan staff, personel serta ASN.
- Gedor Profesionalisme Guru di Era Digital, Wabup Efrens Tegaskan PGRI Harus Jadi ‘Rumah Aman’, Ibunda Guru Dikukuhkan
- Dikukuhkan Jadi Ibunda Guru Gumas, Mimie Gaungkan “Revolusi Dedikasi Guru” untuk Masa Depan Daerah
- Hardiknas 2026, Wabup Gumas Kobarkan Spirit “Memanusiakan Manusia”, Tegaskan Pendidikan Bukan Sekedar Sekolah!
Kegiatan berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Gumas, dipimpin langsung Kapolres Gumas AKBP Asep Bangbang Saputra, Minggu (1/10) pagi.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2023 bertemakan “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Maju”.
Kapolres menyampaikan, peringatan hari kesaktian Pancasila harus dijadikan sebagai upaya melestarikan, mengamalkan dan mengembangkan Pancasila sebagai sumber nilai yang telah teruji dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Upacara ini merupakan upaya untuk meneguhkan komitmen agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bagi anggota Polri,” kata Kapolres.
“Upacara ini dilaksanakan sebagai langkah untuk menggelorakan semangat pengabdian dalam rangka memupuk kedisiplinan, jiwa korsa, loyalitas serta kebersamaan khususnya di Polres Gumas yang kita banggakan,” sambungnya.
Kapolres menyampaikan, Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan. Proses itu yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan oleh Presiden Ir. Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, serta rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945 adalah jiwa besar para founding father dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita.
“Harus diingat bahwa kita telah ditakdirkan dalam keberagaman dalam etnis, bahasa, adat istiadat, budaya, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia, itulah Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya.
Diakuinya, kehidupan berbangsa dan bernegara sedang mengalami banyak tantangan, kebhinnekaan kita sedang diuji oleh pandangan, tindakan dan sikap intoleran. Hal ini diperparah dengan penyalahgunaan medsos yang banyak menggaungkan hoaks, fitnah dan adu domba sesama bangsa.
“Kita harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Mari kita dukung pemerintah untuk menindak tegas setiap gerakan anti Pancasila, anti UUD 1945, anti NKRI dan anti Bhinneka Tunggal Ika,” seru kapolres. (Hms/Nov/Lsn)












