RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun Terus Tingkatkan Layanan (Media Dayak/Riduan)
Pangkalan Bun, Media Dayak
RSUD Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun terus melakukan pembenahan untuk meminimalkan rujukan pasien ke luar daerah. Berbagai peningkatan sarana dan prasarana, termasuk sumber daya manusia (SDM), menjadi fokus utama pengembangan layanan kesehatan.
Direktur RSSI Pangkalan Bun, dr. Fachrudin, M. Kes. mengungkapkan bahwa salah satu prioritas pengembangan di tahun 2025 adalah peningkatan layanan hemodialisa atau cuci darah.
“Melihat tingginya permintaan, kami mengkaji untuk melakukan penambahan sekitar 1 ruangan lagi untuk menampung 20 unit mesin cuci darah baru. Ini karena daftar antrean pasien terus meningkat setiap tahun,” ujar dr. Fachrudin, Rabu (7/5/2025).
Ia menjelaskan, pasien cuci darah tidak hanya berasal dari Kotawaringin Barat, tetapi juga dari kabupaten tetangga seperti Lamandau, Sukamara, Seruyan, hingga Ketapang.
“Saat ini masih ada pasien yang dirujuk ke luar daerah karena keterbatasan unit hemodialisa. Maka dari itu, pengembangan ini kami percepat agar bisa segera direalisasikan,” tambahnya.
Selain hemodialisa, RSSI juga tengah mempersiapkan peningkatan layanan untuk alat kateterisasi jantung yang sekarang sudah dalam tahap verifikasi dari kementerian kesehatan
dan menambah tenaga medis untuk memperkuat layanan spesialis.
“Kami terus menambah tenaga di bidang radiologi dan penyakit dalam. Sesuai kebijakan Kementerian, kami juga harus menyiapkan dokter spesialis onkologi, bedah saraf, urologi, dan jantung,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa beberapa dokter putra daerah saat ini sedang menyelesaikan pendidikan spesialis dan akan segera kembali memperkuat layanan rumah sakit.
“Beberapa sudah hampir selesai masa pendidikan, seperti ortopedi dan penyakit dalam. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, layanan di RSSI akan semakin lengkap,” pungkasnya.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan meminimalkan rujukan pasien rumah sakit keluar daerah. (Rd/Lsn)












