Bupati Hj. Nurhidayah memberikan sambutan dalam acara pencanangan Gerakan Cinta Anak Yatim dan Disabilitas Tahun 2026, di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kobar, Rabu (24/6/2026) (Media Dayak/Ist)
Pangkalan Bun, Media Dayak
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) terus memperkuat kepedulian sosial masyarakat melalui pencanangan Gerakan Cinta Anak Yatim dan Disabilitas Tahun 2026. Gerakan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian, perlindungan, serta dukungan kepada kelompok yang membutuhkan.
Kegiatan pencanangan berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kobar, Rabu (24/6), dan dihadiri langsung oleh Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah, SH., MH., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, instansi vertikal, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, perusahaan, perbankan, serta para muzaki dan dermawan.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kobar bersama para pihak terkait menyerahkan santunan kepada 1.125 anak yatim, baik dari kalangan muslim maupun non muslim. Penyaluran santunan dilakukan secara serentak melalui berbagai instansi pemerintah daerah, Kementerian Agama, pesantren, serta lembaga amil zakat.
Selain santunan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan modal usaha kepada tujuh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bupati Kobar Hj. Nurhidayah menyampaikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kobar, para muzaki, perangkat daerah, lembaga, organisasi masyarakat, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan gerakan tersebut.
Menurutnya, Gerakan Cinta Anak Yatim dan Disabilitas bukan hanya kegiatan pemberian bantuan, tetapi menjadi ajakan bersama untuk membangun budaya kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi komitmen bersama untuk mencintai, memperhatikan, dan melindungi anak yatim serta disabilitas yang ada di lingkungan masing-masing,” ujar Hj. Nurhidayah.
Ia menambahkan, momentum bulan Muharram menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Melalui gerakan tersebut, masyarakat diajak untuk terus hadir memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada sejumlah muzaki dan munfik sebagai bentuk apresiasi atas peran serta dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah.
Pemkab Kobar berharap sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga sosial keagamaan, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak program sosial yang memberikan manfaat nyata.
Melalui Gerakan Cinta Anak Yatim dan Disabilitas Tahun 2026, Pemkab Kobar menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pembangunan sosial, kepedulian, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (MMC Kobar/Lsn)













