Pemprov Dukung Program Mobil Listrik Milik PLN

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri saat menerima kunjungan dari pihak PLN, dan langsung test drive mobil listrik PLN, Rabu (5/5/2021). (Media Dayak/MMC)

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) mendukung program mobil listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN), lantaran mobil tersebut dapat menekan biaya operasional, serta mendorong penyelamatan lingkungan dengan energi listrik yang ramah lingkungan. Hal tersebut disampaikan Sekda Kalteng saat dikunjungi oleh General Manager (GM) PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalteng (Kalselteng) Tonny Bellamy. Kunjungan rombongan PLN  disambut langsung Sekda Kalteng Fahrizal Fitri di Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (05/5/2021).

Saat menerima kunjungan rombongan PLN, Fahrizal Fitri mengaku nyaman saat mengendarai mobil listrik ini karena ramah lingkungan dan tidak menimbulkan suara.

“Mobil ini tidak mengeluarkan asap, sehingga tidak ada gas buang kendaraan, jadi tidak ada polusi yang mencemari udara,” kata Fahrizal Fitri.

Menurut Fahrizal Fitri, saat ini merupakan era berkembangnya teknologi baru yang efisien dan ramah lingkungan, sehingga sangat memungkinkan Pemprov Kalteng menggunakan kendaraan listrik ini sebagai kendaraan operasional dimasa depan.

“Setelah kami review, ternyata biaya operasionalnya sangat murah, dan pasti ramah lingkungan, karena kami dari Pemerintah Daerah harus mendorong hal-hal yang bersifat penyelamatan lingkungan, salah satunya dengan kendaraan listrik tersebut,” jelas Sekda.

Sementara itu, GM PLN Unit Induk Wilayah Kalselteng Tonny Bellamy mengungkapkan biaya pengisian daya kendaraan listrik ini lebih murah dibandingkan biaya pengisian bensin pada mobil konvensional. Tonny Bellamy secara gamblang menjelaskan perbandingan ongkos antara pengisian BBM atau bensin pada kendaraan konvensional dan pengisian daya pada kendaraan listrik.

Tonny Bellamy mengatakan, dengan 100% baterai terisi penuh setara dengan jarak tempuh sekitar 300 km, setiap satu liter BBM setara dengan 1 kilo Watt hour (kWh) listrik. Harga bensin per satu liter sekitar Rp.8.000 sampai Rp.9.000, kemudian tarif listrik per satu kWh hanya Rp 1.400-an. Artinya, menggunakan listrik lebih murah seperlimanya dibandingkan pemakaian satu liter bensin dengan jarak tempuh yang sama. Tonny Bellamy menganalogikan pemakaian satu liter BBM dapat menempuh sekitar 10 km, di mana ongkos satu liter bensin sekitar Rp.9.000. Adapun jarak tempuh per liter bensin tersebut setara dengan konsumsi listrik sebesar 1 kWh, di mana harga listrik per kWh hanya Rp.1.400-an.

“Apabila menggunakan kendaraan berbahan bakar bensin pertamax dapat diambil rata-rata jarak tempuh 10 kilometer per liter. Sejajar dengan satu liter bensin Pertamax, kendaraan listrik hanya memerlukan sekitar 1 kWh untuk berjalan kurang lebih 10 kilometer atau hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp.1.400-an atau Rp.1.800-an”, jelas Tonny Bellamy.

Tonny Bellamy mengutarakan dukungan dari seluruh pihak sangat diharapkan agar percepatan era elektrifikasi segera terwujud demi mendukung kemajuan pembangunan infrastruktur kelistrikan nasional pada umumnya, serta Kalteng pada khususnya. (MMC/Ytm/Lsn)

image_print

Pos terkait