Kabid Perkebunan Distan Gumas, Haga. (Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Salah satu komoditi penting yang ada di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) saat ini adalah kebun karet. Komiditi karet memegang peranan penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.
“Kita tidak dapat menafikkan perkebunan karet memainkan peranan penting dalam industri dan kemaslahatan masyarakat. Saat ini luasan perkebunan karet rakyat di Kabupaten Gunung Mas ada 68,388 hektare,” kata Bupati Gumas Jaya S Monong melalui Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Gumas Haga, Senin (21/3).

Perkebunan karet rakyat milik kelompok tani Hapakat di Desa Teluk Nyatu, Kecamatan Kurun. (Media Dayak/Ist)
Haga mengurai, luasan kebun karet rakyat di Kecamatan Manuhing 7.536 hektare, Kecamatan Rungan 5.531 hektare, Kecamatan Sepang 7.038 hektare, Kecamatan Kurun 9.699 hektare, Kecamatan Tewah 6.566 hektare, Kecamatan Kahayan Hulu Utara 6.333 hektare.
Kecamatan Manuhing Raya 5.851 hektare, Kecamatan Rungan Hulu 6.559 hektare, Kecamatan Mihing Raya 3.060, Kecamatan Damang Batu 3.076, Kecamatan Miri Manasa 2.893 hektare, dan Kecamatan Rungan Barat 4,246 hektare.
Dari luasan itu, lanjut dia, total produksi kebun karet rakyat per ton tahun 2021 sebanyak 20,276 ton. Masing-masing, Kecamatan Rungan Barat 1.640 ton, Kecamatan Miri Manasa 717 ton, Kecamatan Damang Batu 824 ton, Kecamatan Mihing Raya 707 ton, Kecamatan Rungan Hulu 2.138 ton.
“Kacamatan Manuhing Raya 1.682 ton, Kecamatan Kahayan Hulu Utara 1.866 ton, Kecamatan Tewah 2.074 ton, Kecamatan Kurun 2.809 ton, Kecamatan Sepang 2.032 ton, Kecamatan Rungan 1.677 ton, dan Kecamatan Manuhing 2.110 ton,” ujarnya.
Diakuinya, seiring dengan meningkatnya harga karet, gairah petani karet Gumas dalam mengusahakan karetnya meningkat. Hal itu berimbas pada peningkatan kesejahteraan petani karet. Petani karet pun berharap harga karet dunia tidak lagi mengalami penurunan.
“Kami selalu mengimbau petani karet di wilayah ini untuk betul-betul menjaga mutu karetnya. Harga karet tidak akan turun apabila mutu karetnya baik. Hampir semua item industri otomotif memerlukan bahan baku karet, sehingga kami berharap petani karet di Kabupaten Gunung Mas benar-benar merawat dan menggarap kebun karetnya dengan baik. Jangan ada hutan karet tidak terawat, tapi kebun karet yang memberi kebaikan untuk petani karet,” tuturnya.
Menyoal kendala yang dihadapi petani karet, Haga menyatakan kendala ada pada biaya perawatan dan terbatasnya sarana pengolahan karet. Seperti pisau sadap, mangkok latex dan pembeku latex. Distan pernah memberikan bantuan sarana pengolahan dan biaya perawatan. Tapi karena keterbatasan anggaran, bantuan tidak bisa lagi diberikan.
Dia berharap petani karet tetap semangat dalam merawat dan menggarap kebun karetnya untuk peningkatan kesejahteraan. Pembeli karet dimintanya dalam membeli karet petani harus sesuai dengan harga yang wajar, harga yang sama-sama memberi keuntungan.
“Tidak boleh hanya pembeli karet yang mendapat untung. Petani karet pun harus memperoleh keuntungan dari apa yang digarapnya,” serunya mengakhiri. (Nov/Aw)












