Bupati Gumas Jaya Samaya Monong (kanan), didampingi Wakil Bupati Efrensia L.P. Umbing (kiri), secara simbolis menuangkan adukan semen ke pondasi cakar ayam sebagai tanda dimulainya pembangunan Gereja Baru Getsemani Majelis Jemaat GKE Sion, Mingggu (1/3/2026).(Media Dayak/Novri JK Handuran)
Kuala Kurun,Media Dayak
- Bupati Jaya Gaspol Jelang Lebaran, Pengamanan Mudik Diperketat, BBM Diawasi Ketat, IPR Gumas Siap Diambil Diskresi!
- THR ASN Gumas Cair! Total Hampir Rp32 Miliar Mengalir ke Ribuan PNS dan PPPK, Jadi Angin Segar Jelang Hari Raya
- Kesabaran Bupati Jaya Kian Menipis, WPR Tak Kunjung Disahkan, Siap Ambil Diskresi Demi Nasib Penambang dan Kemajuan Gumas
Tampak suasana penuh sukacita menyelimuti prosesi peletakan batu pertama pembangunan gereja baru Getsemani,majelis jemaat GKE Sion, Jalan Brigjend Katamso,Minggu (1/3/2026) siang.
Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong,didampingi Wakil Bupati (Wabup) Efrensia L P Umbing dan suami D K Mandarana,Ketua TP PKK Ny Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, Dandim 1018/Gumas Letkol Inf Akhmad Rahmatullah, perwakilan Polres Gumas,Ketua Resort GKE Kuala Kurun,Ketua MPH GKE Sion,sejumlah kepala OPD, panitia pembangunan gereja, serta ratusan jemaat.
Dalam sambutannya sebelum peletakkan batu pertama, Jaya menyampaikan pesan tegas terkait pentingnya transparansi pengelolaan dana pembangunan serta menjaga semangat kebersamaan seluruh panitia pembangunan, jemaat dan stakeholder lainnya.
“Transparansi adalah kunci kepercayaan. Kebersamaan adalah kekuatan utama. Jika dua hal ini dijaga, saya yakin pembangunan Gereja Gersemani ini khususnya, dan pembangunan rumah ibadah lainnya di Kabupaten Gunung Mas akan berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” tegas Jaya.
Jaya juga menekankan, rumah ibadah,khususnya Gereja Baru Getsemani,Majelis Jemaat GKE Sion,bukan sekedar bangunan fisik, melainkan pusat pembinaan moral, spiritual, dan karakter jemaat. Karena itu, ia mengajak seluruh panitia pembangunan gereja baru Getsemani,majelis jemaat GKE Sion untuk saling bergotong royong, saling mendukung, dan menghindari perpecahan dalam proses pembangunan.
“Gereja baru Gersemani majelis jemaat GKE Sion nantinya menjadi tempat yang meneduhkan dan menghadirkan damai, memperkuat iman, serta menjadi simbol persatuan dan kebersamaan bagi seluruh umat,” pungkas Jaya.
Dalam sambutannya, Ketua panitia pembangunan gereja baru Getsemani,majelis jemaat GKE Sion Harpaseno yang juga Kepala DPMPTSP Gumas menegaska pembangunan Gereja Getsemani bukan sekedar proyek fisik, melainkan jawaban atas doa dan harapan jemaat yang telah lama menginginkan tempat ibadah yang lebih luas dan nyaman.
“Pembangunan gereja Getsemani telah lama menjadi kerinduan jemaat GKE Sion, agar dapat menampung jemaat yang semakin bertambah dan mendukung pelayanan yang lebih optimal,” ujar Seno dengan penuh semangat.
Ia menjelaskan, gereja baru tersebut dirancang megah dengan luas bangunan mencapai 946 meter persegi dan terdiri dari dua lantai. Desain ini dipersiapkan secara matang untuk menjawab kebutuhan pelayanan jangka panjang, sekaligus mengakomodasi pertumbuhan jemaat yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
Tak hanya dari sisi konsep, panitia juga telah menghitung secara rinci kebutuhan anggaran. Total rencana biaya pembangunan Gereja Getsemani diperkirakan mencapai Rp 6,2 miliar. Hingga saat ini, dana yang berhasil dihimpun dari para donatur dan jemaat telah mencapai Rp 606.800.000.
Angka tersebut menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas dan kebersamaan jemaat dalam mewujudkan rumah Tuhan yang layak dan membanggakan. Meski perjalanan masih panjang, semangat gotong royong dan iman yang kokoh menjadi fondasi utama pembangunan Gereja Getsemani ke depan.
“Pembangunan ini diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan fisik yang megah,tapi juga menjadi pusat pertumbuhan rohani, pelayanan sosial, serta simbol kebersamaan jemaat dalam memuliakan Tuhan,”ucap Seno.
Target penyelesaian pembangunan gereja Getsemani jemaat GKE Sion ditetapkan selama lima tahun. Namun, harapan besar datang dari Bupati Jaya, yang menginginkan agar pembangunan dapat rampung lebih cepat dengan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Ia optimistis, apabila semua pihak bersatu hati dan bergandengan tangan, cita-cita menghadirkan rumah ibadah yang megah dan layak akan segera terwujud.(Nov/Lsn)










