Legislator : Sentra Pertanian di Kotim dan Seruyan Perlu Dukungan Infrastruktur

Foto : Artaban

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur ke kawasan sentra pertanian. Pasalnya, sampai saat ini masih banyak sentra pertanian di Kalteng yang infrastrukturnya masih belum memadai.

Menurut anggota DPRD Kalteng Artaban, untuk mengembangkan pertanian secara maksimal di daerah ini pemerintah perlu memberikan dukungan dalam hal pembangunan infrastruktur. Pasalnya, keinginan akan dukungan pembangunan infrastruktur selalu menjadi aspirasi para petani di daerah ketika Pimpinan dan Anggota DPRD Kalteng melaksanakan reses maupun kunjungan kerja (Kunker) ke dalam daerah.

Salah satu harapan itu disampaikan para petani dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan. Menurut Artaban, hal tersebut perlu diperhatikan mengingat program ketahanan pangan yang telah ditetapkan pemerintah.

Kabupaten Kotim dan Seruyan menurut dia telah ditetapkan pemerintan menjadi kawasan daerah produksi pangan atau sentra produk pertanian. Oleh sebab itu, sudah selayaknya jika infrastruktur ke kawasan pertanian di kedua wilayah ini didukung dan dibangun oleh pemerintah.

“Jalan menuju sentra pertanian khususnya produksi padi ini perlu menjadi perhatian pemerintah,”Ucap Artabamn, saat dibincangi Dayak Pos, di Gedung Dewan, jalan S.Parman, Selasa (5/11).

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) II ini mengatakan, selain perlunya pembangunan infrastruktur, mereka juga mengharapkan agar pemerintah meningkatkan sumber daya manusia (SDM) penyuluh lapangan (PPL) serta sarana penunjuang lainnya.

“Ini penting agar produksi meningkat dan hasil pendapatan para petani meningkat pula,” harap legislator dari fraksi PDI Perjuangan ini.

Lebih lanjut, Ketua Komisi IV, yang membidangi infrastruktur dan pembangunan ini juga mengatakan, untuk mendukung seluruh program tersebut, pihaknya dari DPRD Kalteng juga meminta agar bantuan bibit, pupuk dan lain-lain diharapkan diberikan secara selektif sehingga tepat sasaran.

“Kita minta, bibit, pupuk dan lain sebagainya diberikan sesuai fase tanam yang dilaksanakan para petani, kemudian didistribusikan melalui kelompok tani yang ada, hal ini penting agar produksi masyarakat khususnya petani dapat terus meningkat,” pungkasnya. (Nvd)

image_print

Pos terkait