Kalteng Inflasi 1,21 Persen Pada Desember 2018

Asisten II Setda Provinsi Kalteng Nurul Edy saat memimpin kegiatan press release TPID Kalteng didampingi perwakilan dari bank Indonesia cabang Palangka Raya, Dhea di ruang rapat Sekda Provinsi Kalteng, kantor Gubernur Kalteng, Kamis (3/1). (Dayak Pos/Yanting)

Bacaan Lainnya

Palangka Raya, Media Dayak

Pada bulan Desember 2018, kota Palangka Raya dan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur tercatat mengalami inflasi sehingga Kalteng tercatat mengalami inflasi sebesar 1,21 persen (mtm). Hal tersebut disampaikan pada press release Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Tengah (Kalteng) di ruang rapat asisten Sekda Provinsi Kalteng, kantor Gubernur Kalteng, Kamis (3/1).

Secara spasial indeks harga konsumen di kota Palangka Raya pada bulan Desember 2018 tercatat mengalami inflasi terbesar 1.07 persen (mtm), sedangkan kota Sampit tercatat mengalami inflasi sebesar 1.47 persen (mtm), sementara itu inflasi tahunan di Palangka Raya dan Sampit  tercatat lebih tinggi dibanding tahun 2017.

“Secara disagregasi/inflasi di Palangka Raya dan Sampit didorong oleh kelompok administered price khususnya tarif angkutan udara, diikuti volatile food seperti daging ayam ras dan bawang merah,” ucap Dhea perwakilan dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalteng. 

Sedangkan untuk inflasi Tahunan, Provinsi Kalteng pada bulan Desember 2018 tercatat sebesar 4,52 persen (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan pencapaian inflasi tahunan Desember 2017 sebesar 3,18 persen (yoy). capaian ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan nasional pada Desember yang tercatat sebesar 3,13 persen (yoy).

Pada hari pertama tahun 2019, kata Dhea, harga bahan pangan tercatat masih berada dalam tren peningkatan dan merupakan imbas momen hari raya diakhir tahun.

Inflasi pada periode mendatang diperkirakan terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi tekanan inflasi/ antara lain pada kelompok volatile food.

Peningkatan curah hujan dapat berdampak pada terganggunya proses panen tanaman bawang merah, terutama disentra produksi nasional yang dapat berdampak pada kenaikan harga di Kalteng.

Pada kelompok administered price, masih tingginya permintaan angkutan udara pada momen libur sekolah awal tahun masih mempengaruhi inflasi bulan Januari 2019.

“Pada kelompok core, potensi meningkatnya harga komoditas strategis terdampak peningkatan beban tranpsortasi antar daerah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Kalteng, Lubis Rada Inin menyampaikan, kenaikan harga ayam di Kalteng diakibatkan permintaan yang cukup banyak, terutama saat kegiatan hari besar keagamaan seperti Natal dan  Tahun Baru.

“Kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah, baik itu Provinsi maupun ibukota Kabupaten, misalnya TPID telah meminta Pemerintah Daerah masing-masing telah membangun kandang ayam penyangga, dan ditambahkan menyediakan ayam beku segar di wilayah Kota Palangka Raya, untuk menimalkan lonjakan harga ayam di Provinsi ini,” ucapnya.

Guna mengantisipasi inflasi, Lubis Inin menyatakan, TPID Kalteng akan melakukan pemantauan harga pasar, menjaga ketersedian stok dan kelancaran distribusi komoditas yang didatangkan dari luar daerah, serta peningkatan kualitas atas pemanfaatan kandang penyangga, kolam penyangga dan pasar penyeimbang untuk menjaga kestabilan harga.(YM)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *