Bupati Jaya S Monong beserta Gembala Sidang GPT Mawar Saron Pdt. Diun F Nusan, S.Th menandatangani prasasti Peresmian dan Pentahbisan GPT Mawar Saron, didampingi Wabup Efrensia LP Umbing, pengurus wilayah VII Kalimantan Pdt. Kopter, M.Th, pengurus daerah wilayah II Gumas Pdt.Christian Welan,S.Th, dan biro kemandirian jemaat GPT Pdt. Ananiel Mulyanto, S.Th. (Media Dayak/Novri JKH)
Kuala Kurun, Media Dayak
Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya S Monong Meresmikan dan Mentahbiskan Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) Mawar Saron, Desa Tewang Pajangan, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gumas, Rabu (26/7).
Jaya menyampaikan selamat dan sukses atas Peresmian dan Pentahbisan GPT Mawar Saron beserta Pastorinya.
Puji syukur kepada Tuhan atas selesainya pembangunan Gedung gereja, yang dalam proses pembangunannya melalui perjuangan dan pengorbanan tenaga, pikiran dan biaya.
Dalam Tuhan tidak ada yang mustahil. Dia [Tuhan] sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada, yang tidak mungkin menjadi mungkin.
“Itulah yang terjadi dengan gedung gereja ini, pembangunannya terselesaikan dengan baik, semua karena kebajikan dan kemurahan Tuhan. Dia telah memakai kita menjadi alat ditangan-Nya untuk melakukan pekerjaan yang baik,” kata Jaya.
Menurut Jaya, terlebih penting selain pembangunan fisik gedung gereja, adalah pembangunan mental, iman dan pertumbuhan rohani jemaat. Kerohanian jemaat harus berakar, bertumbuh dan berbuah dalam Kristus.
“Selesainya pembangunan GPT Mawar Saron harus diikuti dengan ketekunan beribadah. Menjadi pelaku firman yang terpancar dalam ucapan, sikap dan perbuatan warga gereja,” ucapnya.
“Ucapan dan perbuatan warga gereja harus menjadi berkat bagi orang lain. Ibadah yang dilakukan harus berdampak bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat,” tukas Jaya melanjutkan.
Jaya mengingatkan, jangan sampai timbul keakuan pribadi dalam pembangunan rumah ibadah [gereja]. Jangan sampai ada narasi “kalau tidak saya, tidak akan selesai pembangunannya”.
Narasi seperti itu dapat menimbulkan rasa minder bagi yang belum bisa memberikan dukungan. Yang ada “akunya”, akan merasa dirinya yang harus diutamakan atau dihormati. Hal seperti itu menjadi preseden buruk dalam kehidupan berjemaat.
“Jangan sampai hal itu terjadi, supaya dalam ibadah dan kegiatan bergereja, tidak timbul akar kepahitan dan perpecahan,” kata Jaya.
“Pembangunan rumah ibadah bisa selesai, semua karena kemurahan Tuhan, bukan karena kuat dan gagah kita. Segala sesuatu dari Dia, oleh Dia dan untuk Dia,”imbuhnya.
Figur yang siap maju di Pilkada Gumas 2024 itu pun mengimbau warga gereja supaya tidak hanya bersemangat dalam membangun, tapi juga bersemangat dalam memelihara gedung gereja dan pastori.
Gembala sidang GPT Mawar Saron Pdt. Diun F Nusan, S.Th menyampaikan terima kasih atas diresmikan dan ditahbiskannya GPT Mawar Saron oleh Bupati Jaya S Monong.
“Semua bisa terlaksana karena kasih dan kemurahan Tuhan. Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya,” ujar Diun.
Diun menjelaskan, peletakan batu pertama pembangunan GPT Mawar Saron dilakukan tahun 2000. Pembangunan dilaksanakan secara bertahap hingga selesai dan diresmikan serta ditahbiskan oleh bupati.
“GPT Mawar Saron lebar 10 meter, panjang 20 meter. Dapat menampung kurang lebih 150 orang jemaat. Bangunan pastori berukuran lebar 5,5 meter, panjang 7 meter,” ujar Diun.
Turut hadir Wakil Bupati Efrensia LP Umbing, Wakil Ketua II DPRD Gumas Neni Yuliani, sejumlah kepala perangkat daerah dan pejabat eselon tiga, pengurus wilayah VII Kalimantan Pdt. Kopter, M.Th, pengurus daerah wilayah II Gumas Pdt.Christian Welan,S.Th. Biro kemandirian jemaat GPT Pdt. Ananiel Mulyanto, S.Th, ketua panitian Adi Kusuma, beberapa kepala desa dan undangan lainnya. (Nov/Aw)












