Hadiri Peringatan Hari Ibu, Ini Pesan Istri Bupati Barito Utara

PERINGATAN HARI IBU ke 90-Bupati Barito Utara H Nadalsyah dan Ketua TP PKK Hj Sri Hidayati saat menghadiri peringatan Hari Ibu ke 90 tingkat Provinsi Kalteng, di Palangkaraya, beberapa waktu lalu. (Media Dayak/iskominfosandi barut)

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Ketua Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Barito Utara (Barut) Hj Sri Hidayati menghadiri puncak peringatan Hari Ibu, Kamis (13/12) pekan lalu. Peringatan Hari Ibu tersebut dipusatkan di Istana Isen Mulang Jalan Kapten Mulyono Nomor 1 Palangka Raya.

Turut hadir dikegiatan tersebut Bupati Barito Utara H Nadalsyah, Dinas KBPP dan P3A Barito Utara, Gubernur Kalimantan Tengah beserta unsur Forkopimda serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Ibu Yohana Yembise.

Ketua TP PKK Barito Utara Hj Sri Hidayati mengatakan peringatan Hari Ibu ke 90 merupakan momentum merefleksi peran ibu atau kaum perempuan, yang telah turut andil dalam mengisi kemerdekaan.

“Perempuan dan laki-laki memiliki peran dan kedudukan yang setara di dalam mencapai tujuan negara, serta di dalam memperjuangkan kesejahteraan di semua bidang pembangunan,” kata Hj Sri Hidayati.

Bupati Barito Utara H Nadalsyah menambahkan, perempuan ke depannya diharapkan mampu semakin mandiri, sejahtera, dan bebas dari kekerasan. “Kedepannya diharapkan kaum perempuan mampu semakin mandiri, sejahtera dan bebas dari kekerasan serta mampu setara dalam mencapai tujuan pembangunan,” kata H Nadalsyah.

Gubernur Kalteng H Sugioanto Sabran pada kesempatan itu mengajak kepada seluruh bupati/walikota se Kalimantan Tengah dan perangkat lainnya untuk bersama-sama mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pembangunan dalam rangka memenuhi hak anak dan melindungi anak dari tindakan kekerasan, pelecehan, eksploitasi dan diskriminasi serta tidak lupa untuk mengembangkan potensi anak secara khusus.

“Perempuan dan laki-laki memiliki peran dan kedudukan yang setara dalam rangka mencapai keberhasilan pembangunan. Perempuan dan laki-laki juga memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, memiliki akses atas sumber daya, terlibat dalam proses pengambilan keputusan sehingga keduanya dapat menerima manfaat pembangunan itu sesuai dengan aspirasi dan kebutuhannya,” kata Sugianto Sabran.(lna/Lsn)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *