Kadistan Gunung Mas Aryantoni. (Media Dayak/Novri JKH)
Kuala Kurun, Media Dayak
Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) untuk tahun 2024 tetap fokus pada pemantapan keberlanjutan program Smart Agro [pengembangan sektor pertanian dalam arti luas].
Hal itu disampaikan Bupati Gumas Jaya Samaya Monong melalui Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Gumas Aryantoni, Kamis (1/2).
“Kami [distan] ingin memastikan bagaimana pengejawantahan [pelaksanaan] program smart agro secara maksimal dalam mewujudkan ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan wilayah,” kata Aryantoni.
Karib disapa Toni, ia menjelaskan bahwa tahun 2024 ini pihaknya masih melanjutkan apa yang sudah ditata sejak tahun 2023 dalam pengembangan smart agro.
Tahun 2023 lalu pihaknya sudah membuat konsep kerjasama kemitraan pengembangan smart agro dalam sebuah akronim yang dinamakan Ketapang Gaya [Ketahanan Pangan, Gunung Mas Jaya].
“Ketapang gaya ini merupakan racikan kerjasama kemitraan antara pihak perbankan dalam hal ini Bank Kalteng cabang Kuala Kurun dengan petani yang tergabung dalam kelompok tani yang diwadahi dalam koperasi yakni Koperasi Sumber Pangan Gunung Mas dan pemerintah daerah melalui dinas pertanian,” terangnya.
Melalui kemitraan ini [Ketapang Gaya] diharapkan bisa memunculkan peningkatan dan pengembangan smart agro, baik dalam hal produksi maupun ekstentifikasi dari luas tanam, dengan komoditi sementara, sebagaimana perjanjian kerjasama yang sudah ditandatangani tahun 2023 dengan Bank Kalteng, yakni padi dan jagung hibrida.
“Akhir Desember 2023, koperasi [Sumber Pangan Gumas] sudah menandatangani akad kredit dengan Bank Kalteng terkait penyaluran pendanaan untuk pengembangan peningkatan produktivitas komoditi jagung hibrida dan padi, dengan bunga kredit disubsidi oleh pemerintah,” ujar Toni.
“Kelompok tani yang sudah mendapatkan pinjaman kredit dengan Bank Kalteng untuk pengembangan peningkatan produktivitas komoditi jagung hibrida dan padi, seperti beberapa kelompok tani di Kelurahan Kurun dan di Kecamatan Tewah,” ucapanya menambahkan.
Melalui kemitraan dengan Bank Kalteng, selain pemanfaatan lahan, juga meningkatkan produktivitas komoditi padi dan jagung hibrida maupun komoditi lainnya yang akan dikembangkan oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani.
“Pemanfaatan lahan dan pekarangan untuk sektor pertanian dalam arti luas selain menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan, juga dalam upaya mengurangi ketergantungan dari luar Gunung Mas terkait kebutuhan sayuran, ikan, dan ternak. Kita juga ingin masyarakat meninggalkan pola pikir pragmatis menuju pola pikir realistis,” jabar Toni.
Selain di Kecamatan Kurun dan Tewah, kemitraan Ketapang Gaya untuk sektor pertanian dalam arti luas juga bisa dikembangkan di kecamatan lainnya di Gumas, seperti Kecamatan Mihing Raya, Sepang, Rungan, Manuhing dan Kahayan Hulu Utara.
“Pemerintah Kabupaten Gunung Mas terus berikhtiar bagaimana sektor pertanian di wilayah ini terus mengalami perkembangan, mengingat kontribusinya terhadap kemajuan daerah, pengurangan kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja,” demikian Toni mengakhiri. (Nov/Aw)












