SML Dorong Peningkatan Perekonomian Masyarakat

Jajaran PT. SML, DPRD Kalteng, DPRD dan OPD Lamandau, serta masyarakat saat menggelar pertemuan di Kamp PT. SML, belum lama ini. (Media Dayak/Novan)

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kehadiran investasi di suatu wilayah, tentu memberikan dampak positif tidak hanya bagi daerah dalam aspek perekonomian, melainkan bagi masyarakat sekitar lokasi operasional dari investasi tersebut. Bahkan hal ini juga telah diatur dalam peraturan perundangan-undangan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Salah satunya seperti PT. Sawit Mandiri Lestari (SML), yang beroperasi diwilayah Kabupaten Lamandau, dimana kehadiran Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang bergerak dibidang perkebunan ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah maupun masyarakat setempat.

Kepala Humas PT. SML Wendi Loentan, saat dikonfirmasi Mediadayak.id, melalui pesan Whatsapp, Selasa (8/9) mengungkapkan, bahwa PT. SML memiliki sejumlah program unggulan selain Corporate Social Responcibility (CSR), dimana program-program tersebut memang diperuntukan bagi masyarakat dengan tujuan mendorong perekonomian serta kemajuan daerah, khusunya dibidang Perkebunan.

“PT. SML ada beberapa program unggulan selain program CSR, yaitu program kemitraan pasif, program kebun mitra swadaya, dan kebun mitra binaan,” ucap Wendi Loentan.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa program kemitraan pasif adalah kebun kemitraan yang diamanat perizinan kepada SML untuk membangun dan mengelola kebun kemitraan untuk 12 Desa, yang masuk dalam area Perizinan PT. SML dan seperti yang diketahui, kebun kemitraan PT. SML sudah terbangun seluas 4.105 Hektar untuk 11 Desa mitra.

Ke 11 Desa mitra tersebut tersebut, antara lain adalah Kelurahan Tapin Bini, Desa Samu Jaya, Desa Suja, Desa Panopa, Desa Karang Taba, Desa Kawa, Desa Cuhai, Desa Tanjung Beringin, Desa Sungai Tuat, Desa Riam Panahan dan Desa Batu Tambun.

“Program kebun kemitraan pasif, pada dasarnya diamanat perizinan, untuk membangun serta mengelola kebun kemitraan untuk 12 Desa, sehingga masyarakat dari 12 Desa tersebut juga akan merasakan dampak positif dari program ini dan kebun kemitraan yang sudah terbangun oleh PT. SML seluas 4.105 Hektar untuk 11 Desa terkecuali Desa Kinipan yang masih terkendala beberapa hal,” ujarnya.

Menanggapi permasalahan yang terjadi antara masyarakat Desa Kinipan dan PT. SML yang saat ini kabar beritanya telah menyebar hingga ketingkat Nasional, Wendi Menerangkan bahwa pada tanggal 29 Juni 2020 lalu, tim Humas PT. SML telah melakukan rapat mediasi  dengan pihak Efendi Buhing, dimana mediasi tersebut difasilitasi secara langsung oleh Camat Batang Kawa.

Saat proses mediasi tersebut, tidak ada lagi perihal tuntutan adat melainkan tuntutan Masyarakat, dengan nomina 10 Miliar dan dalam hal ini, Tim Humas PT. SML sudah menyampaikan bahwa sulit memenuhi permintaan tersebut. Mengingat areal yang menjadi klaim oleh masyarakat, berada diluar Desa Kinipan/Potensi Masyarakat Desa Karang Taba dan Desa2 lainnya diwilayah kecamatan Lamandau.

“Kita menyampaikan bahwa program yang akan dijalankan di Desa Kinipan adalah Pembangunan kebun masyarakat, dan terdapat banyak masyarakat kinipan yg mengharapkan program PT SML seperti dibeberapa Desa, dimana program tersebut diharapkan dapat berjalan dengan baik di Desa Kinipan,” tandasnya.

Bahkan, dirinya mengaku bahwa PT. SML tidak pernah memaksakan masyarakat Kinipan untuk menerima program tersebut. Mengingat tujuan awal PT. SML hanya murni ingin membantu mendorong kemajuan perekonomian masyarakat Kinipan.

“Kita tidak memaksanakan masyarakat untuk menerima program ini, masyarakat menolakpun kami tidak masalah, tetapi kembali lagi ketujuan awal adanya PT. SML dan  program ini, adalah untuk membantu mendorong kemajuan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Disisi lain, Kepala Desa Riam Panahan, Masi, mengungkapkan bahwa sejak PT SML hadir di desanya cukup memberi dampak positif hingga masyarakat merasa terbantu dan PT SML hingga kini telah membuktikan komitmennya dalam memberi dampak positif bagi masyarakat.

bahkan warganya telah banyak yang mengais rezeki di perusahaan baik dengan bekerja di perusahaan maupun melalui berbagai kemitraan yang telah disiapkan. 

“Plasmanya memang belum terealisasi karena lahan baru dibuka, rencananya ada 400 hektare lahan bagi 200 KK (Kepala Keluarga) warga desa akan mendapat plasma,” jelasnya.

Selain itu, Petua selaku salah satu warga Desa Kinipan yang turut hadir dalam pertemuan di kamp perusahaan saat digelarnya pertemuan dengan jajaran DPRD Kalteng, mengaku tidak semua warga desa Kinipan menolak sawit. Tak sedikit warga di Desa Kinipan justru mendukung dan berharap adanya investor perkebunan kelapa sawit .

“Mewakili rekan yang pro sawit, bagaimanapun permaslahan yang terjadi kami ingin bekerjasama dengan PT SML melalui program plasma. Kalau mereka (yang belum menerima PT SML) katanya berjuang demi anak cucunya, kami juga ingin punya plasma demi kehidupan anak cucu kami agar memiliki penghidupan yang layak,” pungkasnya. (Nvd)

image_print

Pos terkait