Banjir yang melanda Kabupaten Lamandau juga menggenangi ruas jalan Trans Kalimantan. (Media Dayak/Ist)
Nanga Bulik, Media Dayak
Dua bulan lalu, Kabupaten Lamandau pernah dilanda banjir besar. Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat rumahnya terendam.
Belum berselang lama, kini belasan desa di Kabupaten Lamandau kembali dilanda banjir. Bahkan, tidak hanya merendam fasilitas umum dan perumahan, setidaknya tercatat ada 2 rumah warga yang roboh dan hanyut akibat diterjang banjir yang terjadi sejak Sabtu malam lalu.
“Begitu kita mendapat laporan adanya banjir melanda desa-desa yang ada di Kecamatan Batang Kawa dan Belantikan Raya, kita langsung turunkan tim untuk memantau dan melakukan pendataan,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau, Edison Dewel, Selasa (8/9).
Dirinya menambahkan, dari pendataan sementara, ratusan warga sudah terdampak pada banjir kali ini. Khusus di Kecamatan Batang Kawa sudah ada sebanyak 161 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir, yakni Desa Jemuat 48 KK, Desa Kina 40 KK, Desa Karang Mas 17 KK, Desa Mangkalang 25 KK, Desa Liku 7 KK, Desa Benakitan 3 KK dan Desa Kinipan 21 KK.
Akibat banjir kali ini, aktivitas warga sempat lumpuh. Sebab itu, BPBD Lamandau langsung bergerak cepat menyalurkan bantuan paket sembako untuk warga korban banjir.
“Adapun jumlah paket sembako yang kita salurkan di Desa Mangkalang sebanyak 25 paket dan Desa Liku 7 paket. Direncanakan pula bantuan paket sembako sebanyak 40 paket akan kita salurkan ke Desa Kina,” jelasnya.
Hingga Selasa pagi, di Kecamatan Belantikan Raya juga sudah ada 7 desa yang terdampak banjir, diantaranya Desa Petarikan, Bintang Mangalih, Karang Besi, Bayat, Batu Selipi, Kahingai dan Desa Belibi.
“Untuk Desa Petarikan, air memang sudah agak turun. Hanya saja beberapa desa yang di bawahnya justru semakin naik,”jelas Camat Belantikan Raya Eddy Wahyudi. Dirinya menyebutkan, berdasarkan hasil pendataan dan juga laporan dari pemerintah desa, ada puluhan rumah warga yang terendam banjir.
“Di Petarikan ada 47 rumah yang terkena banjir dengan ketinggian air kurang lebih 2 meter. Sementara untuk Desa Karang Besi, dari laporan kemaren sudah ada 10 rumah yang terendam banjir,”ucapnya.
Sementara, Camat Lamandau, Agus Siswanto, mengatakan, di wilayahnya tercatat sudah ada 2 desa yang terdampak banjir, yakni Desa Sungai Tuat dan Tanjung Beringin. Bahkan, banjir juga sudah merendam beberapa rumah warga di Desa Sungai Tuat.
“Tadi pagi, kondisi air di jalan Trans Kalimantan tepatnya antara Desa Sungai Tuat dan Tanjung Beringin sudah setinggi lutut orang dewasa,”sebutnya. (Tin/Rsn)











