Bupati Gumas Jaya S Monong didampingi Manager PLN ULP Kuala Kurun, Rizal Bima Bayuaji meresmikan layanan listrik PLN di Desa Sangal, Kecamatan Rungan Hulu, Senin (28/8/2023). (Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong meresmikan layanan listrik PLN di Desa Sangal, Kecamatan Rungan Hulu, Senin (28/8).
Jaya mengaku bersyukur Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah mempercepat penyambungan aliran listrik di tiga desa di Kecamatan Rungan Hulu, yakni Jangkit, Sangal, dan Tumbang Lapan.
“Pada awalnya PLN menjadwalkan pembangunan jaringan listrik di tiga desa tersebut dilaksanakan tahun 2024. Tahun 2022 saya meminta PLN agar penyambungan aliran listrik di tiga desa tersebut dapat dilaksanakan lebih cepat,” terang Jaya.
“Puji Tuhan tahun ini sudah bisa dinikmati masyarakat. Di mana Desa Jangkit dan Tumbang Lapan sudah bisa menikmati layanan listrik sejak Mei 2023. Sedangkan Desa Sangal pada Agustus 2023,” imbuhnya melanjutkan.
Disebutnya, percepatan ini dapat tercapai berkat dukungan dari seluruh pihak, termasuk masyarakat. Dukungan masyarakat salah satunya adalah dengan tidak menghambat PLN, saat PLN membersihkan pohon yang berada di jalur jaringan listrik.
Figur yang siap maju di Pilkada 2024 bersama Efrensia LP Umbing itu menyatakan bahwa keberadaan layanan PLN harus dimanfaatkan dengan baik, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Layanan listrik PLN ini memang untuk penerangan, namun saya sarankan agar dimanfaatkan juga untuk mendukung perekonomian. Misalnya dahulu belum bisa berjualan es batu karena tidak ada listrik PLN, saat ini sudah bisa, itu salah satu contoh sederhananya,” tuturnya.
Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kuala Kurun, Rizal Bima Bayuaji menandaskan, dari 127 desa/kelurahan yang ada di Gumas, tersisa belasan desa yang belum teraliri listrik PLN.
“Layanan listrik PLN ditargetkan akan mencapai seluruh desa / kelurahan di Kabupaten Gunung Mas pada tahun 2024,” tukas Rizal.
Sementara, Penjabat Kepala Desa Sangal, Sayo Dilik mengatakan bahwa seluruh masyarakat di desa setempat menyambut gembira kehadiran layanan PLN.
Pemerintahan Desa Sangal juga mendata 11 warga yang lanjut usia, janda / duda, untuk masuk dalam program pemasangan listrik murah 450 volt ampere (VA).
“Dari 11 warga tadi, delapan warga sudah masuk daftar dan tiga lainnya sedang dalam proses,” ujar Sayo.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sangal, Yubson mengatakan bahwa sebelum listrik PLN masuk, masyarakat di sana menggunakan genset atau pembangkit listrik tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan terhadap penerangan, saat malam hari.
Jika memakai genset, satu liter bahan bakar minyak (BBM) bisa digunakan untuk satu hingga dua jam operasional mesin. Harga BBM di Sangal yakni sekitar Rp15 ribu per liter.
“Bisa dibayangkan berapa biaya yang kami keluarkan selama ini untuk penerangan. Namun itu semua berubah dengan kehadiran listrik PLN. Kami sangat menyambut baik kehadiran PLN di desa ini,” ucap Yubson. (Nov/Lsn)












