Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong menandatangani plakat peresmian GTTK “Kristus Penolong” Kuala Kurun, didampingi Ny. Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, Ketua Umum Sinode GTTK Pdt. Frengkie Jehaziel Tangka, Gembala Sidang GTTK “Kristus Penolong” Kuala Kurun Pdt. Budi Harta, Selasa (11/11/2025) malam.(Media Dayak/Novri JKH)
Kuala Kurun, Media Dayak
Bupati Gunung Mas (Gumas), Jaya Samaya Monong meresmikan Gereja Tabernakel Tubuh Kristus (GTTK) “Kristus Penolong” di Jalan Brigjen Katamso nomor 110, Kelurahan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gumas, Selasa (11/11/2025) malam.
Dalam sambutannya, Jaya mengingatkan dengan tegas bahwa pembangunan Fisik Gereja memang perlu, tetapi yang lebih utama dari itu adalah pembangunan Tubuh Kristus (Jemaat).
“Menjadi jemaat yang dewasa secara rohani dan dapat melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga dapat mewujudkan peran Gereja sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan dan pembentukan karakter sumber daya manusia dan terlibat aktif dalam mensukseskan Program Tambun Bungai di Kabupaten Gunung Mas,” kata Jaya.
Jaya menegaskan pembangunan rumah ibadah di seluruh wilayah Gumas, seperti halnya gereja merupakan salah satu program prioritas dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, dimana pemerintah memiliki target untuk menyelesaikan pembangunan rumah ibadah yang masih dalam proses pembangunan.
“Khusus untuk gereja, boleh saja gereja itu berdiri megah, tapi yang jauh lebih penting dari kemegahan gereja adalah bagaimana jemaatnya semakin dewasa dalam iman, bijaksana dalam berucap dan bertindak, dan menjadi terang bagi lingkungan,” tegas Jaya.
Jaya juga mengingatkan bahwa setelah gereja selesai terbangun, jemaat harus bisa merawat kebersihan dan keindahan gereja, karena gereja yang bersih dan terawat mencerminkan hati jemaat yang penuh kasih.
Menurut Jaya, rumah ibadah seperti halnya gereja harus menjadi tempat yang damai, nyaman, dan menenangkan hati setiap orang yang datang berdoa. Karenanya, tanggung jawab menjaga kebersihan dan keindahan gereja tidak hanya berada di pundak pengurus, tapi menjadi tugas bersama seluruh jemaat.
Pentahbisan gereja dilakukan Ketua Umum Sinode GTTK Pdt. Frengkie Jehaziel Tangka. Frengkie menekankan Pembangunan GTTK “Kristus Penolong” Kuala Kurun sebagai rumah Tuhan yang dilakukan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan, tidak akan sia-sia.Semua yang sudah berkorban Tuhan pasti memberkati berlimpah-limpah.
“Kami (Sinode GTTK) menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas terhadap pembangunan GTTK “Kristus Penolong” Kuala Kurun ini, Tuhan pasti memberkati Pemerintah Kabupaten Gunung Mas,” ujar Frengkie
Dilanjutkan Ibadah Natal yang dikuti ratusan jemaat dan tamu undangan lainnya. Khotbah Natal disampaikan Pdt. Yusak Supriadi.
Kepada Media Dayak.id,usai kegiatan Gembala Sidang GTTK “Kristus Penolong” Kuala Kurun Pdt. Budi Harta didampingi Ketua Panitia Pembangunan GTTK “Kristus Penolong” Kuala Kurun, Demo A Purba menyampaikan pembangunan GTTK “Kristus Penolong” dilatar belakangi perkembangan jemaat yang cukup signifikan.
“Kami (jemaat dan gembala) bersepakat untuk membangun gedung gereja dengan ukuran 10 x 12 meter. Biaya pembangunan kurang lebih Rp 500 juta. Puji Tuhan, kami mendapat bantuan pembangunan gedung gereja dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas. Kami berharap kedepan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dapat terus mendukung kami,” tutur Budi. (Nov/aW)











