Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong juga meresmikan GTTK “Kristus Penolong”Desa Tuyun Kecamatan Mihing Raya,Rabu (12/11/2025) siang.(Media Dayak/Novri Jkh)
Kuala Kurun,Media Dayak
Selain meresmikan Gereja Tabernakel Tubuh Kristus (GTTK) “Kristus Penolong” Kuala Kurun, Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong juga meresmikan GTTK “Kristus Penolong”Desa Tuyun Kecamatan Mihing Raya,Rabu (12/11/2025) siang.
Dalam sambutannya,Jaya menyampaikan pesan yang tegas, bahwa gereja tidak boleh hanya aktif di atas mimbar,tapi juga harus hadir nyata dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan umat.
“Saya Bupati Gunung Mas mengajak seluruh jemaat dan Pendeta se Gunung Mas agar tidak berhenti hanya berkhotbah di mimbar. Gereja harus menjadi pelaku dan penggerak dalam membangun masyarakat, baik secara moral, sosial, maupun ekonomi,” tegas Jaya.
Menurutnya, peran gereja di era sekarang ini sangat strategis. Melalui ajaran kasih dan pelayanan, gereja dapat menjadi sumber inspirasi, penggerak moral, serta mitra pemerintah dalam mewujudkan Gunung Mas yang maju, berdaya saing, sejahtera,dan mandiri.
“Mari kita buktikan bahwa gereja itu bukan hanya tempat berdoa, tapi juga tempat lahirnya ide-ide besar untuk membangun masyarakat Gunung Mas yang lebih baik,”ucap Jaya.
Jaya juga mengingatkan dengan tegas bahwa pembangunan Fisik Gereja memang perlu, tetapi yang lebih utama dari itu adalah pembangunan Tubuh Kristus (Jemaat).
“Menjadi jemaat yang dewasa secara rohani dan dapat melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,sehingga dapat mewujudkan peran Gereja sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan dan pembentukan karakter sumber daya manusia dan terlibat aktif dalam mensukseskan Program Tambun Bungai di Kabupaten Gunung Mas,”terang Jaya.
Jaya menegaskan pembangunan rumah ibadah di seluruh wilayah Gumas,seperti halnya gereja merupakan salah satu program prioritas dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas,dimana pemerintah memiliki target untuk menyelesaikan pembangunan rumah ibadah yang masih dalam proses pembangunan.
“Khusus untuk gereja, boleh saja gereja itu berdiri megah,tapi yang jauh lebih penting dari kemegahan gereja adalah bagaimana jemaatnya semakin dewasa dalam iman, bijaksana dalam berucap dan bertindak, dan menjadi terang bagi lingkungan,” tegas Jaya.
Jaya juga mengingatkan,bahwa setelah gereja selesai terbangun, jemaat harus bisa merawat kebersihan dan keindahan gereja,karena gereja yang bersih dan terawat mencerminkan hati jemaat yang penuh kasih.
Menurut Jaya, rumah ibadah seperti halnya gereja harus menjadi tempat yang damai, nyaman, dan menenangkan hati setiap orang yang datang berdoa. Kerenanya, tanggung jawab menjaga kebersihan dan keindahan gereja tidak hanya berada di pundak pengurus,tapi menjadi tugas bersama seluruh jemaat.
Pentahbisan gereja dilakukan Ketua Umum Sinode GTTK Pdt. Frengkie Jehaziel Tangka. Frengkie menekankan Pembangunan GTTK “Kristus Penolong” Desa Tuyun sebagai rumah Tuhan yang dilakukan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan,tidak akan sia-sia.Semua yang sudah berkorban Tuhan pasti memberkati berlimpah-limpah.
“Kami (Sinode GTTK) menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas terhadap pembangunan GTTK “Kristus Penolong”Desa Tuyun ini, Tuhan pasti memberkati Pemerintah Kabupaten Gunung Mas,”kata Frengkie
Dilanjutkan Ibadah Natal yang dikuti ratusan jemaat dan tamu undangan lainnya. Khotbah Natal oleh Pdt. Frengkie Jehaziel Tangka
Kepada Media Dayak.id,Gembala Sidang GTTK “Kristus Penolong” Desa Tuyun Pdt.Esra D Rampai menyampaikan pembangunan GTTK “Kristus Penolong” Desa Tuyun dilatar belakangi perkembangan jemaat yang cukup signifikan.
“Dalam Pembangunan GTTK “Kristus Penolong” Desa Tuyun,kami mendapatkan bantuan dana pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas,bantuan pribadi dari Pak bupati berupa kusen pintu,dan bantuan dana aspirasi dari salah satu anggota DPRD Gunung Mas”beber Esra.(Nov/Lsn)









