Bupati Gumas Jaya Samaya Monong bersama Wabup Gumas Efrensia L.P. Umbing pada kegiatan Kick Off Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) Tahun 2026, Jumat (7/8/2026), di Taman Kota Kuala Kurun.(Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) mempertegas komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting dengan menggelar Kick Off Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) Tahun 2026, Jumat (7/8/2026), di Taman Kota Kuala Kurun.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, yakni tatap muka dan telekonferensi, merupakan tindak lanjut atas arahan pemerintah pusat melalui Surat Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI Nomor 400.5.7/2501/Bangda tentang Pelaksanaan Kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Daerah, serta Surat Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Nomor B-033/PDP.02.01/II/2026 mengenai dukungan pelaksanaan Intervensi Serentak Upaya Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun Anggaran 2026 secara nasional.
Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong menegaskan, pelaksanaan kick off tersebut menjadi bukti nyata keseriusan seluruh elemen pemerintah daerah dalam menciptakan generasi Gumas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Gunung Mas untuk memastikan generasi Tambun Bungai tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegas Jaya dalam sambutannya.
Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik anak, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan arah pembangunan daerah pada masa mendatang.
“Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami hambatan perkembangan kognitif, lebih rentan terhadap penyakit, serta berpotensi memiliki produktivitas yang rendah ketika dewasa. Karena itu, penanganan stunting merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kabupaten Gunung Mas,” ujar Jaya.
Jaya menjelaskan, Pemkab Gumas selama ini terus menggencarkan berbagai langkah strategis, mulai dari pemberian makanan tambahan bagi kelompok sasaran, edukasi gizi, penguatan layanan Posyandu, hingga membangun sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Namun demikian, Jaya menekankan bahwa keberhasilan menekan prevalensi stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah daerah.
“Keberhasilan penurunan stunting tidak mungkin diwujudkan oleh pemerintah daerah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, camat, kepala desa dan lurah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, tokoh agama, tokoh adat, dunia usaha, hingga keluarga sebagai garda terdepan dalam pengasuhan anak. Mari kita jadikan semangat Tambun Bungai sebagai landasan gerak kita bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Gunung Mas Yantrio Aulia dalam laporannya menjelaskan bahwa Kick Off Intervensi Serentak P3S Tahun 2026 bertujuan menggerakkan seluruh kecamatan agar melaksanakan intervensi secara terpadu dan berkelanjutan.
Ia mengungkapkan, intervensi yang dilakukan meliputi pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, serta pemberian intervensi kepada seluruh ibu hamil dan anak di bawah lima tahun (balita) sebagai langkah deteksi dini terhadap permasalahan gizi.
“Melalui kegiatan ini kita ingin memastikan seluruh ibu hamil dan balita memperoleh layanan yang optimal sehingga masalah gizi dapat dideteksi sejak dini dan segera ditangani secara cepat, tepat, dan menyeluruh,” jelas Yantrio.
Selain itu, salah satu target utama yang ingin dicapai adalah meningkatkan cakupan pemantauan pertumbuhan balita (D/S) hingga mencapai 100 persen di seluruh Posyandu yang tersebar di Kabupaten Gumas.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan, meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, mempercepat penurunan angka stunting, sekaligus memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan generasi Gumas yang sehat, unggul, dan berkualitas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wabup Gumas Efrensia L.P. Umbing, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Tim Penggerak PKK Gumas, kepala perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta sejumlah undangan lainnya.(Nov/Aw)











