Ratusan Paket Sembako  Bersubsidi Ludes Tak Bersisa

Ratusan paket sembako bersubsidi saat dibawa oleh petugas dari Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Katingan ke kecamatan Kamipang untuk dijual  kepada masyarakat setempat, Rabu (14/5) yang lalu.

Kasongan, Media Dayak

Bacaan Lainnya

 Ratusan paket sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) bersubsidi yang dijual oleh Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Katingan di beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten Katingan ludes dan tak bersisa dibeli oleh masyarakat.

Demikian dikatakan, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian setempat, H Saptul Anwar melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Perdagangan setempat, Setyadi Yuyu kepada sejumlah media, Selasa pagi (19/5) di ruang kerjanya.

Penjualannya menurut Yuyu, diawali dari hari Kamis (14/5) kemaren, di Desa Jahanjang dan Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang, dengan jumlah sekitar 300 paket. Di hari kedua, Jum’at (15/5) di Desa Luwuk Kanan kecamatan Tasik Payawan, dengan jumlah sekitar 150 paket. “Sedangkan di hari ketiga, Minggu (17/5) dilanjutkan di Desa Karya Unggang kecamatan Tewang Sangalang Garing, dengan jumlah sekitar 150 paket bersamaan dengan penjualan di desa Dahian Tunggal kecamatan Pulau Malan,”sebut Yuyu.

Besok Rabu (20/5) yang merupakan hari terkhir pelaksanaan di Kelurahan Kasongan Lama, Kelurahan Kasongan Baru, Desa Talian Kereng dan Desa Hampalit Kecamatan Katingan Hilir dengan jumlah sekitar 1.000 paket. “Tujuannya adalah untuk meringankan beban masyarakat, terutama bagi umat Muslim yang akan berhari Raya Idul Fitri pada 1 Syawal 1441 Hijriah nanti,” katanya.

Selanjutnya, dia menyebutkan beberapa isi dari paket tersebut, diantaranya 1 zak beras isi 5 Kg, 2 bungkus gula pasir isi 1 Kg, 1 bungkus minyak goreng isi 1 liter, 1 kaleng susu kental manis, 1 bungkus kopi isi 135 gram, 1 kotak the celup, minuman ringan seperti coca-cola, sprite dan fanta isi 1 liter, 1 bungkus garam isi 250 gram dan 1 botol sirup ABS. Meskipun jika dinilai dengan harga riil di toko sekitar Rp 150 ribu/paket. Tapi, dijual kepada masyarakat hanya Rp 100 ribu saja/paket. “Karena, Rp 50 ribu kami subsidi” jelas Yuyu.

Adapun sistem pembagiannya menurutnya dengan sistem door to door (dari rumah ke rumah). Maksudnya, petugas dari Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrisan setempat yang mengantar ke tempat pembeli. Seperti menjual barang online. “Dengan sistem door to door ini, disamping lebih diketahui siapa saja pembelinya, juga lebih efesien dan efektif,”akunya.

Ditanya cara pengelolaan penjualan sembako bersubsidi ini, menurutnya, meskipun penyedia barang yang ditunjuk adalah Toko Budi Sejati yang beralamat di jalan Revolusi kecamatan Katingan Hilir, namun yang mengelola hingga melakukan penjualan doo to door menurutnya semuanya petugas dari Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perndustrian setempat. “Karena, Budi Sejati ini merupakan toko termurah dari tiga toko terbesar di Kasongan ini,” pungkas mantan PNS di secretariat DPRD ini. (Kas/Lsn)                                                                                      

image_print

Pos terkait