Talkshow GEMPITA 2026
Palangka Raya, Media Dayak
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah sukses menyelenggarakan kegiatan GEMPITA 2026 (Gebyar Literasi PeKA, QRIS, dan Cinta Bangga Paham Rupiah) selama dua hari pada 7–8 Mei 2026 di Ballroom M Bahalap Hotel Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan literasi sistem pembayaran, pelindungan konsumen, serta peningkatan akseptasi transaksi digital di wilayah Kalimantan Tengah.
Dalam siaran pers yang diterima Media Dayak.id, Selasa (12/5) dinyatakan bahwa kegiatan GEMPITA 2026 diikuti sekitar 300 peserta yang berasal dari berbagai segmentasi, meliputi OJK, Satgas PASTI, ASN pemerintah daerah, BAZNAS, UMKM, pelajar dan mahasiswa, serta komunitas dari berbagai lintas di Kota Palangka Raya.
Pada hari pertama, Kamis (7/5), kegiatan diawali dengan Kick Off GEMPITA 2026 dan peluncuran delapan program dan lomba strategis GEMPITA. Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias menyampaikan bahwa GEMPITA 2026 hadir sebagai gerakan kolaboratif untuk mendorong masyarakat semakin melek digital, cerdas bertransaksi, serta bangga menggunakan Rupiah.
“Melalui sinergi antara Bank Indonesia, OJK, industri perbankan, dunia pendidikan, UMKM, dan masyarakat luas, GEMPITA diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman, dan berdaya saing” katanya.
Adapun delapan program dan lomba yang resmi di-kick off meliputi Mini Championship TP2DD, SP Bahalap dan Merchant Bahalap, Kas Titipan Perfect, HAPAQAT (Harmoni Amal Pembayaran QRIS Kalimantan Tengah), Geber PeKA Bakena, Duta PeKA Digital dan UGC Mandatory, QRIS Warzone, serta Lomba Basket 5×5 CBP Rupiah Championship yang dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow Sistem Pembayaran Digital dan Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP Rupiah) yang menghadirkan narasumber dari Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DPSP) Bank Indonesia, Director Program & Policy Advocacy AFTECH, serta perwakilan KPw Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah. Talkshow membahas perkembangan sistem pembayaran digital, interoperabilitas transaksi elektronik, serta penguatan literasi QRIS dan CBP Rupiah.
Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pelindungan konsumen melalui talkshow inspiratif bersama Putri Indonesia Kalimantan Tengah 2025 dan perwakilan KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah. Sesi ini menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap risiko penipuan digital serta pentingnya transaksi yang aman dan bertanggung jawab.
Pada hari kedua, Jumat (8/5), kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) Interoperabilitas Sistem Pembayaran yang melibatkan industri perbankan dan DPSP Bank Indonesia.
Melalui penyelenggaraan GEMPITA 2026, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah berhasil mendorong kick off delapan program strategis, memperkuat literasi QRIS, CBP Rupiah, dan pelindungan konsumen, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai interoperabilitas dan keamanan transaksi digital, serta memperkuat sinergi antara Bank Indonesia, perbankan, AFTECH, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Bank Indonesia berharap rangkaian kegiatan GEMPITA 2026 dapat semakin memperkuat ekosistem sistem pembayaran digital di Kalimantan Tengah agar berkembang secara inklusif, aman, efisien, dan berdaya saing, sejalan dengan penguatan literasi dan pelindungan konsumen di era digital.(rls)













