SMPN 1 Muara Teweh Gelar UKBI Adaptif, Ukur Kemahiran Bahasa Indonesia Siswa

SMP Negeri 1 Muara Teweh melaksanakan UKBI Adaptif bagi peserta didik kelas IX pada 12–13 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Kalteng sebagai upaya mengukur kemampuan dan penguasaan bahasa Indonesia para siswa.(Media Dayak:Dok SMPN 1 Muara Teweh)
 
Muara Teweh, Media Dayak
 
SMP Negeri 1 Muara Teweh melaksanakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif bagi peserta didik kelas IX pada 12–13 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah sebagai upaya mengukur kemampuan dan penguasaan bahasa Indonesia para siswa.
 
Sebanyak 232 peserta didik mengikuti ujian resmi yang dilaksanakan secara daring melalui laman UKBI Kemendikdasmen. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam dua sesi dan mengerjakan soal menggunakan perangkat Android, Laptop, maupun Chromebook.
 
Soal ujian yang diberikan terdiri dari berbagai bentuk, mulai dari pemahaman bacaan, kemampuan mendengarkan, hingga pemahaman kaidah kebahasaan. Setiap peserta diberikan waktu selama dua jam untuk menyelesaikan ujian.
 
Menariknya, sistem UKBI Adaptif memungkinkan jumlah soal yang muncul menyesuaikan kemampuan peserta. Semakin banyak jawaban benar yang diberikan, maka semakin banyak pula soal yang harus diselesaikan peserta.
 
Salah satu peserta didik kelas IXC, Clarissa berhasil memperoleh skor tertinggi di antara seluruh peserta dan meraih kategori “Sangat Unggul”. “Alhamdulillah, saya senang sekali bisa mendapatkan hasil terbaik. Awalnya cukup tegang karena soalnya lumayan menantang, tetapi saya berusaha fokus dan menjawab semaksimal mungkin,” ujar Clarissa usai mengikuti ujian, Selasa (12/5/2026).
 
Kepala SMPN 1 Muara Teweh, Maslan, S.Pd.I menyampaikan apresiasi atas semangat dan kemampuan para peserta didik dalam mengikuti UKBI Adaptif tersebut.
 
“Kami sangat bangga atas hasil yang diraih peserta didik, khususnya Clarissa yang memperoleh kategori Sangat Unggul. Semoga capaian ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia,” kata Maslan.
 
Ia berharap hasil UKBI tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi lulusan SMPN 1 Muara Teweh yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. “Semoga ini bisa menjadi nilai tambah bagi lulusan SMPN 1 Muara Teweh yang akan melanjutkan pendidikannya,” tambahnya.
 
Sementara ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, M. Iman Topik memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan UKBI Adaptif di SMPN 1 Muara Teweh sebagai bentuk peningkatan kualitas literasi dan kompetensi bahasa peserta didik.
 
“Kegiatan ini sangat baik untuk mengukur kemampuan literasi dan penguasaan bahasa Indonesia siswa sejak dini. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar kualitas pendidikan dan kemampuan literasi peserta didik di Barito Utara semakin meningkat,” ujar M. Iman Topik, Selasa (12/5/2026).
 
Kadis Pendidikan Barito Utara juga mengapresiasi dukungan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dan pihak sekolah yang telah memfasilitasi pelaksanaan UKBI Adaptif dengan baik dan lancar.(Lna/Aw)
image_print

Pos terkait