Pencegahan Gangguan Kesehatan Jiwa Melalui “KEBAYA”

dr. Wenny Aristia Yulianti

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi tugas untuk diselesaikan adalah penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Dari data Riskesdas 2018 di Provinsi Kalimatan Tengah didapatkan prevalensi rumah tangga dengan gangguan jiwa (skizofrenia) adalah 4,4 per 1000 penduduk.

Sedangkan penderita skizofrenia yang rutin berobat ke fasyankes dan konsumsi obat dalam satu bulan terakhir sebanyak 74,3 persen. Prevalensi Gangguan Mental Emosional (GME) pada penduduk ³ 15 tahun adalah sebesar 7,4 persen atau 6.980. Semakin meningkatnya kasus ini dapat meyebabkan dampak yang besar bagi Indonesia di masa mendatang.

Selain itu akan terjadi peningkatan biaya pelayanan atau pengobatan dan menyebabkan menurunnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) suatu negara. Dimana dari data didapatkan rata-rata penderita yang ditemukan yaitu pada usia produktif.

Oleh karena itu diperlukan metode pencegahan untuk menurunkan kasus tersebut di masa mendatang. Salah satunya dengan melakukan pencegahan mulai dari “hulu” yaitu pada target remaja. Sehingga mulai tercetuslah inovasi “KEBAYA” (Konseling Kesehatan Jiwa Sebaya).

Diharapkan kegiatan ini akan mempermudah melakukan konseling pada remaja dengan metode konseling teman sebaya. Remaja biasanya akan mudah terbuka dan bercerita jika dengan teman sebaya dibandingkan dengan orang dewasa. Pembentukan kader kesehatan jiwa sebaya ini dimulai dari SMAN-4 Muara Teweh.

Pada awalnya penulis berkoordinasi dengan Kepala UPT Puskesmas Muara Teweh, PJ UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat) dan PJ Program Kesehatan Jiwa di Puskesmas Muara Teweh.

Setelah itu, penulis berkoordinasi dengan Kepala Sekolah SMAN-4 Muara Teweh, Guru Bimbingan Konseling, Guru Pembina UKS dan PIK-R, akhirnya disepakati untuk melakukan metode ini.

Metode ini diharapkan efektif dalam mendeteksi lebih dini apabila terdapat permasalahan kesehatan mental.  Selain itu juga dapat menurunkan kasus gangguan kesehatan jiwa di masa mendatang dengan metode pendekatan kader sebaya.

Pada kegiatan pelatihan kader ini telah dilatih sebanyak lima orang kader kesehatan jiwa. Kader ini terdiri dari anak kelas X dan telah mengikuti ekstrakurikuler PMR Wira SMAN-4 MTW dan PIK-R.

Dalam kegiatan ini, kader remaja telah diberikan pelatihan cara melakukan skrining kesehatan jiwa pada remaja berusia 11-18 tahun menggunakan Strength and Difficulties Questionnare (SDQ 11-18 Tahun) melalui aplikasi SIJIWA.

Skrining ini bertujuan untuk mengetahui lebih dini gangguan emosional ataupun perilaku. Permasalahan emosional ataupun perilaku pada siswa erat kaitannya dengan efektivitas kegiatan belajar mengajar.

Salah satu siswi SMAN-4 Muara Teweh Gweenysca Prila Putri mengungkapkan “sangat senang saat tahu ada aplikasi gratis seperti ini SIJIWA, jadi saya berpikir ternyata pemerintah sudah mulai memperhatikan bagaimana kondisi mental health anak anak di Indonesia, saya sebagai kader sebaya SMAN-4 MTW berharap semoga dengan adanya aplikasi seperti ini dapat membantu pemerintah membangun anak anak Indonesia dgn SDM yang unggul dan berkualitas” ucapnya.

Selain itu, kader juga dilatih melakukan konseling dan mengenali tanda bahaya kegawatdaruratan gangguan jiwa pada remaja. Dalam menjalankan inovasi ini juga telah dibuat grup Whatsapp kader remaja bersama dengan Guru BK, Guru Pembimbing PMR Wira SMAN-4 MTW dan PIK-R, Dokter dan PJ UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat) dan PJ Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Muara Teweh.

Kegiatan ini akan dilakukan pemantauan secara langsung oleh pihak UPT Puskesmas Muara Teweh dalam bentuk pembinaan kader remaja di sekolah.

Untuk keberlangsungan inovasi ini, akan dilakukan pembentukan dan pelatihan kader kesehatan jiwa remaja di sekolah-sekolah lain di wilayah kerja UPT Puskesmas Muara Teweh.

Hal ini untuk memperluas skrining kesehatan jiwa remaja dan dapat dilakukan intervensi lebih awal. Selain itu, metode ini dilakukan untuk menghilangkan stigma negatif di masyarakat tentang gangguan jiwa.(Penulis : dr. Wenny Aristia Yulianti UPT Puskesmas Muara Teweh)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait