Desain gedung baru GPdI Agape yang akan dibangun tahun 2024. (Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) menggelontorkan dana sebesar Rp 1.510.000.000 untuk membantu pembangunan rumah ibadah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Agape Kuala Kurun.
Peletakan batu pertama pembangunan gedung GPdI Agape dilakukan Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, Rabu (11/10) sore.
Mendampingi Jaya, gembala sidang GPdI Agape Pdt Dolvie Ngayow, mewakili Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kepala Bidang (Kabid) Jasa Konstruksi Hevy Simpai, beberapa Pdt, jemaat dan undangan lainnya.
Acara peletakan batu pertama diawali dengan ibadah dan khotbah oleh Pdt Steven J Maleke, dan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama.
Pada sambutannya, Jaya mengatakan dukungan Pemkab Gumas terhadap pembangunan rumah ibadah sebagai bagian dari misi memelihara dan meningkatkan keharmonisan antar masyarakat dan menciptakan kualitas sumber daya manusia yang unggul.
Rumah ibadah sebagai tempat melakukan ibadah dan penyiaran agama, sehingga kehidupan spiritual keagamaan umat menjadi semakin lebih baik, semakin dewasa, bertumbuh, berbuah dan menjadi berkat bagi sesama.

Bupati Jaya S Monong meletakan batu pertama pembangunan gedung baru GPdI Agape, disaksikan gembala sidang GPdI Agape Pdt Dolvie Ngayow, mewakili Kadis PU Kepala Kabid Jasa Konstruksi Hevy Simpai, dan beberapa Pdt GPdI, Rabu (11/10) sore. (Media Dayak/Novri JK H)
“Peletakan batu pertama pembangunan gedung GPdI Agape ini sebagai bentuk kebaikan Tuhan, dan simbol harapan gembala sidang dan jemaat untuk memiliki bangunan gereja yang representatif,” kata Jaya.
“Pembangunan GPdI Agape dilaksanakan di tahun anggaran 2024. Ukuran bangunan, panjang 20 meter, lebar 10 meter, memiliki 2 lantai, serta fasilitas pelengkap lainnya, mampu menampung kurang lebih 300 orang jemaat,” terang Jaya melanjutkan.
Dinas Pekerjaan Umum dimintanya membantu merancang dan mendesain bangunan, sehingga rumah Allah itu nantinya akan terlihat megah, dan jemaat dapat menjaga dan merawatnya dengan baik, dan yang utama semangat beribadah jemaat terus meningkat.
“Jemaat harus mendukung dalam doa sejak peletakan batu pertama hingga pelaksanaan pembangunan tahun depan, supaya kegiatan pembangunan berjalan lancar. Segala kemuliaan dan hormat hanya bagi nama Tuhan, sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya,” tutur Jaya.
Figur yang siap maju di Pilkada Gumas 2024 itu menandaskan, kemegahan gedung gereja bukanlah segalanya, yang utama adalah bagaimana kehidupan kerohanian jemaat terus bertumbuh ke arah kedewasaan.
Ibadah yang dilakukan harus berdampak bagi keluarga dan masyarakat, tidak sekedar ibadah rutinitas biasa yang hanya untuk mendapat penilaian dan pujian dari manusia tanpa menghasilkan benih yang baik.
Gembala sidang GPdI Agape Pdt Dolvie Ngayow menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Gumas atas dukungan yang diberikan berupa pembangunan gedung baru GPdI Agape.
Menurut Dolvie, dukungan yang diberikan Pemkab Gumas serta terlaksananya peletakan batu pertama pembangunan Gedung GPdI Agape, semua karena kemurahan Tuhan.
“Apa yang tidak pernah terpikirkan oleh kami [gembala sidang dan jemaat], itu yang Tuhan kerjakan melalui Pemerintah Kabupaten Gunung Mas yang menginisiasi pembangunan gedung baru GPdI Agape, karena gereja lama kapasitasnya sudah tidak bisa lagi menampung jumlah jemaat yang terus mengalami perkembangan karena kebaikan Tuhan,” terang Dolvie.
Dengan adanya gedung gereja baru nantinya, Dolvie mengimbau jemaat GPdI Agape untuk lebih bersemangat lagi dalam beribadah, karena anugerah Tuhan yang besar, jemaat harus bersyukur, Tuhan yang memberikan pertumbuhan. (Nov/Aw)












