Musancab PDIP Barut, DPD Kalteng Kukuhkan 9 PAC dan Perkuat Konsolidasi Menuju Kemenangan 2029

DPD PDI Perjuangan Kalteng dan DPC Barito Utara mengesahkan dan mengukuhkan Pengurus Anak Cabang (PAC) sembilan kecamatan saat musancab di Muara Teweh, Kamis (23/4/2026).(Media Dayak:Dok Pribadi)
 
Muara Teweh, Media Dayak
 
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kalimantan Tengah bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Barito Utara menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) sekaligus pengukuhan Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Barito Utara di Muara Teweh, Kamis (23/4/2026).
 
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam konsolidasi organisasi partai dengan mengukuhkan sembilan PAC masa bakti 2025–2030 yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Kalteng Bidang Keanggotaan dan Organisasi, Dendy Mahaputra.
 
Dalam arahannya, Dendy menjelaskan bahwa Musancab merupakan bagian dari penataan struktur partai berdasarkan kategori kekuatan daerah hasil pemilu legislatif, yakni kuat, sedang, dan lemah. Barito Utara sendiri masuk dalam kategori sedang sehingga pelaksanaannya dilakukan melalui pleno DPD bersama DPC.
 
“Barito Utara masuk kategori sedang, sehingga dilaksanakan secara serentak melalui rapat pleno DPD bersama DPC PDI Perjuangan. Usulan sudah diplenokan di DPD,” ujar Dendy Mahaputra.
 
Ia menegaskan ada empat pesan utama dari DPP dan DPD dalam penguatan organisasi, yaitu penguatan struktur KSB PAC, penataan organisasi yang melibatkan generasi muda dan perempuan, strategi peningkatan kursi legislatif serta kemenangan pilkada, dan penempatan kader terbaik dalam struktur partai.
 
“Organisasi tidak berarti apa-apa tanpa PAC, Ranting, dan Anak Ranting. Setelah PAC beres, kita akan lanjutkan ke Ranting dan Anak Ranting,” tambahnya.
 
Total 81 pengurus PAC dari sembilan kecamatan se-Barito Utara resmi dikukuhkan, dengan komposisi 60–70 persen merupakan wajah baru yang mencerminkan keterwakilan perempuan, generasi muda, serta keberagaman.
 
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Barito Utara, Sastra Jaya, menegaskan bahwa Musancab merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur partai hingga ke tingkat akar rumput untuk melayani masyarakat secara langsung.
 
“Tugas kita turun ke bawah melayani masyarakat. Kita harus tahu apa yang diperlukan dan menjadi keinginan masyarakat, lalu disampaikan ke DPRD agar menjadi kebijakan daerah,” ujar Sastra Jaya.
 
Ia menambahkan bahwa menjadi pengurus partai membutuhkan keseimbangan antara tenaga, pikiran, dan waktu untuk menjaga keberlangsungan demokrasi.
 
“Kalau menang itu bonus. Tidak menang pun kita tetap bagian dari demokrasi. Kita ingin PDI Perjuangan menang lagi untuk keempat kalinya di 2029,” tegasnya.
 
Ia juga menekankan bahwa PDI Perjuangan akan terus menjadi partai penyeimbang yang berkomitmen menjaga stabilitas demokrasi dan mewariskan kehidupan politik yang damai bagi generasi mendatang.
 
“PDI Perjuangan tidak pernah menyerah. Kita akan terus berjuang untuk rakyat dan demokrasi,” pungkas Sastra Jaya.(Lna/Aw)
image_print

Pos terkait