Prihatin dengan Peredaran Narkoba, Anthony Dukung Pembentukan BNNK di Gumas

Salah satu tokoh masyarakat Gumas  Anthony L Djaga.(Media Dayak/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Keprihatinan terhadap maraknya peredaran narkoba jenis sabu di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mendorong berbagai pihak  bersuara lantang. Salah satunya datang dari salah satu tokoh masyarakat Gumas Anthony L Djaga, yang secara tegas menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Kabupaten Gumas.

Dukungan tersebut disampaikan Anthony saat di wawancara mediadayak.id, sebagai bentuk keseriusannya dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba jenis sabu yang dinilainya semakin mengkhawatirkan dan berpotensi merusak masa depan generasi muda Gumas.

“Keberadaan BNNK di Gunung Mas ini sangat penting ya, sebagai garda terdepan dalam pencegahan, penindakan, hingga rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba,” tegas Anthony, Kamis (5/3/2026).

“Saya pribadi dan tentunya kita semua tentunya sudah sangat muak dengan narkoba jenis sabu yang terus mengancam generasi muda wilayah ini. Karena itu, pembentukan BNNK di Gunung Mas harus segera direalisasikan agar penanganannya lebih fokus dan terkoordinasi,” tegas tokoh berusia 71 tahun tersebut.

Menurut Anthony, keberadaan BNNK di Gumas akan memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di tingkat daerah. Selama ini, penanganan kasus narkoba di Gumas dinilainya masih bergantung pada instansi di tingkat provinsi, sehingga dinilai kurang maksimal dalam menjangkau wilayah kabupaten yang luas.

Anthony pun mengajak masyarakat Gumas untuk ikut berperan aktif dalam memerangi narkoba dengan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. “Perang melawan narkoba itu tidak bisa hanya dilakukan pemerintah atau aparat penegak hukum saja. Perlu dukungan seluruh masyarakat agar Gunung Mas ini benar-benar bersih dari narkoba,” pungkas pensiunan pejabat eselon II Pemkab Gumas ini.

Selain Anthony,sumber lain yang berbicara dalam kondisi anonim menyampaikan pandangannya, bahwa secara formal, kewenangan dalam merumuskan serta menjalankan kebijakan pencegahan dan pemberantasan narkoba memang berada di tangan pemerintah, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum. Namun, dalam praktiknya, keberhasilan memerangi narkoba tidak hanya bergantung pada kebijakan dan penegakan hukum semata. “Ada peran yang jauh lebih dekat dan sangat krusial, yakni keluarga,” tegasnya.

Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama sekaligus garis pertahanan paling awal dalam melindungi generasi dari ancaman narkoba. Nilai-nilai yang ditanamkan di rumah, kedekatan emosional antara orang tua dan anak, serta pengawasan terhadap lingkungan pergaulan menjadi faktor yang sangat menentukan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini.

“Tanpa keterlibatan aktif keluarga, berbagai program pencegahan yang dijalankan pemerintah dan aparat penegak hukum tidak akan berjalan maksimal,” ucapnya.

Sebaliknya, sambung dia, ketika keluarga mampu menjadi lingkungan yang kuat, penuh perhatian, dan terbuka terhadap komunikasi, potensi anak maupun anggota keluarga lainnya terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba dapat diminimalisir.(Nov/Aw)

image_print

Pos terkait