24 Tahun Gumas Melaju Pesat! Sektor Pertanian Sumbang 30 Persen PDRB! Aryantoni: Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Kepala Dinas Pertanian Gumas, Aryantoni.(Media Dayak/ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Memasuki usia ke-24 tahun, Kabupaten Gunung  (Gumas) terus menunjukkan geliat pembangunan yang positif. Salah satu sektor yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Gumas adalah sektor pertanian, khususnya perkebunan kelapa sawit yang selama ini memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat dan daerah.

Bupati Gumas Jaya Samaya Monong melalui Kepala Dinas Pertanian (Kadistaqn) Gumas, Aryantoni mengungkapkan, sektor pertanian secara konsisten menjadi penyumbang utama dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Gumas. Selama lebih dari dua dekade perjalanan pembangunan daerah, kontribusi sektor ini berada pada kisaran 30 persen dan terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

“Secara umum sektor pertanian memberikan kontribusi yang cukup konsisten terhadap PDRB Kabupaten Gunung Mas, yakni sekitar 30 persen. Angka ini terus mengalami peningkatan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas produksi, terutama pada subsektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah,”ujar Aryantoni kepada mediadayak.id, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, konsistensi kontribusi sektor pertanian tidak terlepas dari sejumlah faktor strategis yang mampu menjaga kepercayaan pelaku usaha dan investor untuk terus mengembangkan usaha perkebunan di wilayah Kabupaten Gumas.

Aryantoni menjelaskan, stabilitas harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar serta berbagai kebijakan pemerintah yang memberikan kepastian berusaha menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan sektor perkebunan kelapa sawit.

“Kepercayaan terhadap sektor perkebunan kelapa sawit dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya harga CPO yang relatif stabil dan dukungan kebijakan pemerintah yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk terus berkembang,”jelasnya.

Lebih lanjut, Aryantoni menegaskan Pemkab Gumas tidak hanya berupaya menciptakan iklim investasi yang sehat,tapi juga memastikan aspek keberlanjutan lingkungan tetap menjadi perhatian utama dalam pengelolaan perkebunan sawit.

“Kebijakan pemerintah pada dasarnya memberikan jaminan berusaha bagi pelaku perkebunan sawit. Namun di sisi lain, pemerintah juga memastikan adanya pemenuhan hak dan kewajiban untuk menjaga kualitas lingkungan agar tetap baik dan berkelanjutan,” tegas Aryantoni.

Dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan, Aryantoni menilai sistem pengawasan yang selama ini diterapkan telah berjalan cukup efektif. Menurutnya, penguatan monitoring, pengawasan, serta penerapan mekanisme penghargaan dan sanksi menjadi kunci agar industri sawit dapat terus berkembang secara bertanggung jawab.

“Monitoring dan pengawasan yang dilakukan oleh seluruh pihak terkait, termasuk Pemkab Gumas, perusahaan, dan masyarakat, menjadi instrumen penting untuk memastikan perkebunan sawit berkembang sejalan dengan upaya menjaga kondisi lingkungan tetap baik. Ditambah dengan penerapan penghargaan dan sanksi sesuai aturan yang berlaku, hingga saat ini dinilai cukup efektif dalam mendukung pembangunan perkebunan yang berkelanjutan,”papar Aryantoni.

Di momentum Hari Jadi Kabupaten Gumas ke-24, capaian sektor pertanian tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang kuat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan potensi sumber daya yang dimiliki, sektor pertanian diyakini akan terus menjadi lokomotif pembangunan menuju Gumas yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.(Nov/Aw)

image_print

Pos terkait