Membangun Drainase Jangan Digali Secara Bersamaan

filter: 122; fileterIntensity: 0.8; filterMask: 0; captureOrientation: 90; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:0; brp_del_th:0.0000,0.0000; brp_del_sen:0.0000,0.0000; motionR: 0; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (0, 0);aec_lux: 292.9286;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 32;
Waket I DPRD Kabupaten Katingan, Nanang Suriansyah.(Media Dayak/ist)
Kasongan, Media Dayak
 
 Wakil ketua (Waket) I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan Nanang Suriansyah menyatakan dukungannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan yang pada tahun 2026 ini sedang membangun siring drainase di sepanjang bahu jalan jalan Soekarno Hatta, yang penganggarannya melalui Anggaran Pendataan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Katingan tahun anggaran 2026. 
“Karena, tujuannya disamping untuk menata tata kota Kasongan sebagai ibukota Kabupaten Katingan terlihat indah dan nyaman dipandang mata, juga sangat bermanfaat bagi ribuan masyarakat yang bertempat tinggal di jalan Soekarno Hatta dan sekitarnya, serta mengantisipasi tergenangnya air ketika di saat hujan,” ungkap legislator Parpol berlambang pohon beringin ini kepada media, Jum’at (1/8). 

Bacaan Lainnya

Kendati mendukung, namun dirinya meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Katingan sebagai pemberi kerja agar mengingatkan kepada rekanan (kontraktor) pemenang tender yang mengerjakan saat menggali lahan yang akan dibangun siring drainase tersebut. Maksudnya, di bagian kiri dan kanan bahu jalan jangan digali secara bersamaan, tapi hendaknya digali secara bergantian. Misalnya, digali di bagian kiri dulu hingga selesai. Setelah selesai penggalian langsung dibuat siring drainasenya. “Kemudian, baru dilanjutkan penggalian di bagian kanannya,” pinta Nanang Suriansyah. 

Hal ini, lanjutnya, mengingat ruas jalan di sepanjang jalan Soekarno Hatta tersebut, disamping merupakan kawasan padat penduduk, juga banyaknya kendaraan roda dua dan empat yang berlalu lintas setiap harinya, terutama pada saat jam kerja dan pada sore hari, serta banyaknya masyarakat yang memanfaatkan lahannya untuk usaha, seperti cafe, fotokopi, rumah makan, tempat UMKM, pertokoan, hotel dan sejumlah usaha lainnya. 

Kesimpulannya, menurutnya saat melakukan penggalian untuk pembangunan siring drainase sebaiknya dilakukan secara bergantian. Satu sisi bahu jalan dituntaskan terlebih dahulu sebelum pindah ke bahu jalan yang bakal digali di seberangnya. Hal ini merupakan langkah taktis untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan keamanan bagi pengguna jalan. “Disamping itu, untuk mengantisipasi kecelakaan akibat galian terbuka di kedua sisi/bahu jalan jika dilakukan secara bersamaan,” terangnya, seraya menjelaskan, jika sudah terlanjur dilakukan penggalian dua sisi secara bersamaan untuk tahun 2026 ini, tidak masalah, namun jika di tahun 2027 nanti akan dilanjutkan lagi pembangunan siring drainase tersebut, sebaiknya penggaliannya secara bergantian. 

Selanjutnya, terkait proyek pembangunan siring drainase tersebut, dirinya berharap kepada Pemkab melalui DPUPR Katingan, setelah selesainya proyek tersebut, sebaiknya siring drainase itu nantinya ditutup bagian atasnya secara permanen.  Tujuannya adalah untuk menghindari masyarakat membuang sampah di dalam drainase tersebut, baik disengaja maupun tidak, serta untuk menghindari pengendara dan pejalan kaki terjatuh di siring drainase tersebut. “Kalau untuk tahun 2026 ini mungkin anggarannya hanya cukup untuk pembangunan siring drainasenya saja, tapi untuk tutup drainasenya bisa dianggarkan di tahun anggaran 2027 nanti,” pungkas wakil rakyat asal dapil Katingan III, yang meliputi wilayah Kecamatan Katingan Tengah hingga Bukit Raya ini. (Kas/Lsn) 

 

 
image_print

Pos terkait