Masih Ada Sebagian Sekolah Sarprasnya Yang Belum Terpenuhi

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan, Feriso

Kasongan, Media Dayak

Bacaan Lainnya
sih ada sebagian sekolah baik di tingkat SD maupun SMP sarana dan prasarana (sarpras)-nya yang belum terpenuhi, lantaran mengalami kerusakan. Diantaranya rumah dinas (rumdin) guru, bangunan ruangan sekolahan, kursi bangku, kekurangan guru agama Islam, Kristiani dan sarpras lainnya. Demikian kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Katingan Feriso, Jum’at (2/2), di ruang kerjanya. 
 
Ditemukannya hal itu menurut Feriso saat dirinya mengikuti kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat Kecamatan di empat wilayah Kecamatan bagian selatan bersama Pj Bupati Katingan Saipul selama empat hari belum lama ini, yakni di Kecamatan Tasik Payawan, Kamipang, Mendawai dan Katingan Kuala.
 
Hal itu menurutnya disampaikan oleh masyarakat ke empat wilayah Kecamatan tersebut melalui kepala sekolahnya masing-masing, dan mereka sangat berharap di tahun 2024 ini bisa diprogramkan. Kemudian, Pada tahun 2025 yang akan datang bisa terealisasi menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025.
Khusus rumdin guru, sesuai dengan yang disampaikan oleh masing-masing guru yang ditugaskan di sekolah tersebut menurut mantan kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ini, mereka sampai saat ini hanya menyewa di rumah-rumah penduduk setempat, dengan uang sewa dari kantong pribadinya sendiri. “Karena, rumdin yang ada di desa tersebut sudah tidak layak pakai.” katar Feriso.

Maksudnya, rumdin yang ada saat ini menurutnya sebagian merupakan rumdin peninggalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kota Waringin Timur (Kotim) yang mana di beberapa bagian bangunannya sudah banyak yang mengalami kerusakan. “Sehingga, banyak guru yang enggan menempatinya,” terangnya 

Selanjutnya, masalah kekurangan guru menurutnya, seperti yang dikeluhkan oleh masyarakat setempat, ada beberapa sekolah, baik di tingkat SD maupun SMP yang selama ini tidak memiliki guru agama Islam, guru agama Kristiani, guru bahasa Indonesia dan sejumlah guru lainnya.

Semua yang disampaikan oleh masing-masing guru yang ditugaskan di empat wilayah Kecamatan bagian selatan Katingan tersebut menurutnya, untuk saat ini tetap ditampung, dan akan disampaikan pada musrembang tingkat Kabupaten Katingan yang akan digelar pekan mendatang. Meskipun semua yang disampaikan mereka, namun tidak semuanya disetujui. “Sebagian pasti disetujui, khususnya yang benar-benar menjadi kebutuhan sangat mendesak. Karena, mengingat keterbatasan anggaran,” pungkasnya. (Kas/Aw)

image_print

Pos terkait