Foto. Bupati Jaya bersama Wabup Efrensia dan Kajari Sahroni bersama guru dan peserta didik pada penutupan Program Pelatihan Pandai Berhitung Metode Gasing di Gedung Kalawa Christian Centre, Rabu (10/5) sore. (Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya S Monong menutup Program Pelatihan Pandai Berhitung dengan Metode Gasing (Gampang, Asyik dan Menyenangkan) binaan Prof Yohanes Surya angkatan pertama di Gedung Kalawa Christian Centre Jalan Yos Sudarso, Rabu (10/5) sore.
Jaya berharap kepala sekolah memberikan keleluasaan kepada guru-gurunya yang mengikuti pelatihan serta yang nantinya akan melakukan pengimbasan.
“Tanpa dukungan kepala sekolah, maka rekan-rekan guru tidak bisa dengan bebas mengembangkan diri,” kata Jaya.
Kepada korwil dan pengawas sekolah, Jaya berharap bisa membantu dalam melakukan pengawasan berkala terkait proses pengimbasan dan melakukan monitoring serta evaluasi.
“Terimakasih kami ucapkan kepada ibu-ibu guru yang sudah berlelah dalam melakukan pembelajaran,” ujarnya.
Sebelumnya, Jaya menyatakan Program Pelatihan Pandai Berhitung Metode Gasing salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas meningkatkan kualitas sumber daya manusia anak-anak dan guru di Gumas.
Melalui program ini anak-anak dan guru di Gumas bisa pintar dalam menghitung cepat Matematika.
Ini juga bagian dari program smart human resouces [SDM] serta selaras dengan keinginan presiden [Jokowi] agar anak-anak dan guru di Indonesia pandai berhitung cepat Matematika.
“Metode gasing adalah suatu metode pembelajaran langkah demi langkah yang membuat anak menguasai materi secara gampang, asyik dan menyenangkan,” tuturnya.
Kunci metode gasing, menurut Jaya adalah proses langkah demi langkah yang disusun sedemikian rupa sehingga penguasaan materi dibangun dari pemahaman materi sebelumnya.
Salah satu ciri khas dari metode gasing adalah anak-anak dapat melakukan perhitungan di luar kepala [mencongak] dengan cepat.
“Metode ini sangat baik, meningkatkan kemampuan peserta didik dan guru dalam menghitung cepat Matematika. Mereka [ peserta didik dan guru] nantinya bisa mengimbasnya ke peserta didik dan guru lainnya di wilayah ini,” kata Jaya.
Dalam laporannya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Aprianto menyampaikan angkatan 1 untuk Pelatihan Metode Gasing terdiri dari 32 guru, berasal dari sekolah dasar yang ada di Kecamatan Kurun, yang berlangsung tanggal 3-18 April 2023, dan dilanjutkan 5-10 mei 2023.
“Guru dan siswa ini adalah 32 orang guru dan 98 siswa yang pertama kali dilatih melalui program ini di pulau Kalimantan, bukan hanya di Kalimantan tengah, tapi satu-satunya kabupaten pertama yang dilatih di pulau Kalimantan ini,” jelas Apri.
Angkatan 2 dilaksanakan 12-30 Mei 2023 di Gedung Kalawa Christian Centre. Untuk Angkatan 2 nanti akan ada 66 orang guru serta 132 siswa yang dilatih, terdiri dari 33 guru SMP dan SD, serta 66 siswa SD dan 66 Siswa SMP.
Pasca kegiatan, akan ada 98 guru yang sudah dilatih, serta 230 murid yang sudah dilatih metode gasing, selanjutnya akan ada demo kepada anak anak yang sudah dilatih
“Konsep pengimbasan ini nanti akan kami buat jadwal, sehingga dari 6 orang per kecamatan ini, mereka nanti yang akan berperan aktif dalam pengimbasan di kecamatannya, ditambah dengan 32 guru di Kecamatan Kurun yang siap untuk mengimbas,” terang Apri.
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Efrensia LP Umbing, unsur forkopimda, asisten, staf ahli bupati, beberapa kepala perangkat daerah dan pejabat eselon tiga, ketua TP PKK Gumas, dan undangan lainnya.(Nov/AW)













