Jaya Serahkan BLT-BBM ke Pelaku Usaha Perikanan

Bupati Jaya didamping Kadis PKP Hansli Gonak menyerahkan BLT-BBM ke Pelaku Usaha Perikanan Kecamatan Kurun di aula Kantor Kecamatan Kurun, Rabu (21/12). (Media Dayak/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya S Monong menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT-BBM) ke Pelaku Usaha Perikanan di Kecamatan Kurun.

Penyerahan secara simbolis dilakukan bupati di aula Kantor Kecamatan Kurun, Rabu (21/12), dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Perikanan dan Ketahanan Pangan (PKP) Hansli Gonak, Camat Kurun Yuelis Untung, Lurah Kurun dan Tampang Tumbang Anjir dan undangan lainnya.

“Bantuan ini merupakan kebijakan pemerintah kepada masyarakat khususnya pelaku usaha perikanan terhadap dampak inflasi dan kenaikan harga BBM,” kata Jaya.

“Pemerintah ingin sektor perikanan terus bergerak, memberikan kesejahteraan bagi pelaku usaha perikanan ditengah keadaan saat ini, dan berkontribusi bagi kemajuan wilayah ini,” tambahnya.

Lanjut dia, bantuan yang diberikan tidaklah seberapa, namun dengan bantuan ini pelaku usaha perikanan dapat terus menjalankan kegiatan usahanya mengingat sektor perikanan di Gumas menjanjikan bagi peningkatan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap ikan.

“Bantuan ini untuk meringankan beban pelaku usaha perikanan terhadap dampak inflasi dan kenaikan harga BBM. Produksi perikanan diharapkan bisa meningkat. Pergunakan bantuan dengan sebaik-baiknya agar usaha perikanan yang dilakukan berjalan dengan baik,” kata Jaya.

Kadis PKP Hansli Gonak menjelaskan anggaran BLT-BBM yang dibagikan bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Tengah tahun anggaran 2022.

Jumlah penerima BLT-BBM di Gumas sebanyak 599 orang, dan sudah tersalur dibeberapa kecamatan. Untuk Kecamatan Kurun jumlah penerima  190 orang pelaku usaha perikanan, dengan nilai bantuan Rp 600.000 per orang / keluarga penerima manfaat.

“Bantuan diberikan dalam rangka meringankan beban pelaku usaha perikanan di Kabupaten Gunung Mas terhadap pengaruh kenaikan BBM. Usaha perikanan yang dilakukan tetap berjalan bahkan produksi perikanan bisa terus meningkat,” tandas Hansli. (Nov/Aw)

image_print

Pos terkait