Inspektorat Tinjau Proyek Pembangunan Drainase Jalan Soekarno Hatta 

filter: 122; fileterIntensity: 0.8; filterMask: 0; captureOrientation: 0; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:0; brp_del_th:0.0000,0.0000; brp_del_sen:0.0000,0.0000; motionR: 0; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 104.311295;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 39;
Inspektorat dan direksi koordinator DPUPR Kabupaten Katingan didampingi pelaksanaan pekerjaan, saat melakukan peninjauan dengan tujuan melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan pembangunan siring drainase di bahu jalan Soekarno Hatta – Kasongan, Senin siang (37/7) kemaren.(Media Dayak/Ist)

Kasongan, Media Dayak 

 
Inspektorat bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Katingan melakukan peninjauan proyek pembangunan siring drainase di sepanjang bahu kiri dan kanan jalan Soekarno Hatta – Kasongan yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan tahun anggaran 2026 tersebut,  Senin (27/7) kemaren, dengan tujuan melakukan pemeriksaan pekerjaan tersebut sejauhmana sudah capaian kemajuan pekerjaan tersebut. 

Menurut kepala Inspektorat Kabupaten Katingan Deddy Feras, melalui Purwo, salah seorang Inspektur di Inspektorat mengatakan bahwa hasil pekerjaan proyek siring drainase dengan panjang sekitar 1,122 km tersebut untuk sementara ini cukup bagus. Hal ini juga sesuai dengan hasil penilaian dari pengawas internal di DPUPR Kabupaten Katingan dan pengawas eksternal dari konsultan pengawas. 

Bacaan Lainnya

Bahkan dari sisi hasil kemajuan pekerjaannya menurutnya, cukup signifikan. Karena, melebihi target capaian yang diminta, Awalnya ditargetkan hanya 6 persen sejak mengawali pekerjaan hingga saat dilakukan peninjauan hari ini. “Namun, faktanya  hingga hari ini kemajuan pekerjaan siring drainase yang dikerjakan oleh rekanan (kontraktor) tersebut sekitar 11 persen. Berarti melebihi dari yang ditargetkan,” kata Purwo. 

Meskipun setiap harinya proyek tersebut dikerjakan, namun dirinya berharap bisa diselesaikan tepat waktu. Dan, kalau bisa dirinya berharap sebelum waktu yang disepakati pekerjaan tersebut sudah bisa diselesaikan dengan kualitas baik. Maksudnya, jika waktu terakhir pekerjaan di bulan Desember 2026, kalau bisa dikejar, sehingga di bulan September atau November 2026 nanti sudah bisa diselesaikan 100 persen.  “Meskipun berharap cepat, namun harus tetap menjaga kualitas pekerjaan, sehingga hasilnya lebih cepat pula dinikmati oleh masyarakat,” pungkasnya, seraya berharap kepada pengawas internal dari DPUPR dan pengawas eksternal atau konsultan pengawas agar selalu berada di tempat pekerjaan guna melakukan pengawasan. Sehingga, ketika ditemukan kesalahan dari pekerjaan tersebut, bisa langsung dilakukan perbaikan oleh rekanan melalui karyawan di lapangan. Artinya, jika terdapat kekurangan dalam pekerjaannya, tidak harus sampai menunggu pekerjaan tersebut selesai, tapi sebelumnya sudah bisa diperbaiki terlebih dulu.

Di tempat yang sama, plt kepala DPUPR Kabupaten Katingan Dewi Untari, melalui koordinator direksi lapangan Eter dalam pendapatnya, kondisi pekerjaan proyek siring drainase tersebut sudah berjalan baik, sesuai aturan yang berlaku. “Meskipun sudah berjalan baik dan cukup cepat, namun saya berharap karyawan yang mengerjakan di lapangan ditambah lagi, tidak cukup hanya 16 orang saja, ” sarannya. 

Kenapa harus dilakukan penambahan karyawan di lapangan, padahal dari sisi kemajuan pekerjaan sudah melebihi target  ?. Karena, area pekerjaannya menurutnya dengan kondisi jalur lalu lintas kendaraan yang cukup padat di jalan Soekarno Hatta tersebut, yaitu disamping ruas jalan tersebut merupakan jalan Trans Kabupaten Katingan, juga merupakan jalan yang padat dan selalu dilewati oleh ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Forkopimda serta banyaknya pertokoan dan tempat pelaku UMKM memasarkan dagangannya serta banyaknya para pelajar yang melewati jalan tersebut, sehingga, proyek tersebut perlu dipercepat. “Untuk lebih mempercepat pekerjaan tersebut, pihak rekanan tentunya perlu melakukan penambahan karyawan di lapangan,” sarannya. 

Tujuannya, lanjutnya, jangan sampai gara-gara pekerjaan proyek tersebut menyebabkan terganggunya masyarakat, terutama bagi pengendara yang berlalu lintas dan masyarakat setempat yang sedang menjalankan aktifitasnya. “Terkait  kemajuan pekerjaan progres awalnya sekitar 6 persen, namun faktanya kemajuan pekerjaannya dalam bentuk fisik melebihi target, yaitu sekitar 11 persen. Kalau menurut saya cukup bagus,” ujarnya. 

Di tempat yang sama, direktur CV Tiga Putra Bersaudara, Edy Supian selaku pelaksana pembangunan siring drainase yang menelan anggaran lebih dari 5 miliar tersebut, kepada awak media menyatakan siap untuk menjaga mutu (kualitas) pekerjaan, dengan waktu penyelesaian tepat waktu. “Sesuai dengan pernyataan kami di dalam dokumen kontrak yang telah disepakati dan ditandatangani” kata Edy Supian. 

Pernyataan tersebut menurutnya, menunjukkan komitmen dirinya untuk menjaga kualitas pekerjaan sesuai arahan Bupati Katingan selaku kepala daerah. Bahkan dengan komitmen itu pula, mencakup juga dengan pemenuhan standar mutu fisik dan kepatuhan jadwal yang sudah ditentukan, sesuai dengan aturan dan perundang-undangan. “Intinya, kami komitmen untuk menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan pembangunan siring drainase ini tepat pada batas jadwal yang telah ditentukan,” janjinya, seraya memohon maaf kepada pengendara merasa terganggu saat berlalu lintas di sekitar jalan Siekarno Hatta, karena adanya aktivitas pembangunan siring drainase tersebut. Ucapan yang sama juga ditujukan kepada masyarakat di sekitar jalan Soekarno Hatta. (Kas/Lsn) 

 

 
image_print

Pos terkait