Anggota DPRD Gunung Mas Herbert Y Asin. (Media Dayak/Novri JK Handuran)
Kuala Kurun, Media Dayak
Anggota DPRD Gunung Mas (Gumas), Herbert Y Asin menegaskan keberadaan hutan adat memiliki peran vital sebagai penyangga banjir dan penjaga keseimbangan lingkungan di wilayah Kabupaten Gumas.
Hal tersebut disampaikan Herbert menyikapi kondisi ekstrem yang belakangan kerap memicu meluapnya sejumlah sungai di Gumas.
Herbert menyatakan, hutan adat bukan sekedar kawasan hijau biasa, melainkan benteng alami yang mampu menyerap air hujan, menahan erosi, serta mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman masyarakat. Herbert menilai, perlindungan terhadap hutan adat harus menjadi komitmen bersama antara pemerintah daerah, masyarakat adat, hingga pihak swasta.
“Ketika hutan adat tetap terjaga, maka daya serap tanah terhadap air hujan juga tetap optimal. Inilah yang menjadi penyangga utama agar banjir tidak semakin meluas,” ujarnya diwawancara mediadayak.id, Kamis (19/2/2026).
Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Gumas itu lebih jauh mengungkapkan, banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia beberapa waktu lalu tidak hanya dipengaruhi faktor curah hujan tinggi, tapi juga lantaran berkurangnya tutupan hutan akibat aktivitas yang tidak terkendali. Herbert lantas mendorong mendorong Pemkab Gumas untuk terus memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap kawasan hutan, khususnya hutan adat yang telah diakui keberadaannya.
Politisi Golkar itu juga mengajak masyarakat Gumas untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan adat sebagai warisan leluhur yang memiliki nilai ekologis dan budaya tinggi. “Menjaga hutan adat sama halnya dengan menjaga masa depan generasi mendatang,” ucapnya.
Menurut Herbert, kita tidak bisa hanya menyalahkan alam ketika banjir datang. Kita harus introspeksi diri, apakah lingkungan kita sudah kita jaga dengan baik atau belum.
Disebutnya, melalui sinergi antara DPRD, Pemkab dan masyarakat adat, upaya pelestarian hutan adat dapat semakin diperkuat sehingga mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menekan risiko bencana banjir di Gumas. (Nov/Aw)













