Herbert Soroti Titik Jalan Rusak, Minta Pemda Prioritaskan Perbaikan Ruas Tanjung Riu–Pilang Munduk dan Hentikan Tambal Sulam Beton!

Ketua Komisi II DPRD Gumas, Herbert Y Asin,bersama Sekretaris Komisi II Selsius Aprianus saat reses di Dapil I beberapa waktu lalu,salah satunya memantau kondisi jalan dan jembatan di ruas jalan kabupaten Kurun-Sepang Simin.(Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi II DPRD Gunung Mas (Gumas), Herbert Y. Asin, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas yang terus melakukan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan. Namun, ia mengingatkan masih terdapat sejumlah titik yang harus menjadi prioritas penanganan agar tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Hal tersebut disampaikan Herbert kepada mediadayak.id, Jumat (7/8/2026), berdasarkan hasil reses yang dilaksanakannya di Daerah Pemilihan (Dapil) I beberapa waktu. Menurutnya, secara umum kondisi ruas jalan kabupaten dari Kuala Kurun menuju Sepang Simin sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Kalau kita melihat secara keseluruhan, kondisi jalan dan jembatan di ruas Kuala Kurun menuju Sepang Simin sudah sekitar 60 hingga 70 persen dalam kondisi baik. Titik-titik amblas yang sebelumnya menjadi kendala saat musim hujan kini sudah banyak ditangani melalui program pemeliharaan menggunakan alat berat yang dilaksanakan pemerintah daerah pada awal tahun anggaran,” ungkap Herbert.

Herbert menjelaskan, ruas jalan yang belum beraspal juga telah dilakukan perataan (grading), sehingga tetap dapat dilalui kendaraan meski diguyur hujan. Selain itu, sejumlah pembangunan jembatan strategis telah rampung, di antaranya Jembatan Hambawang serta jembatan yang menghubungkan Pilang Munduk dengan Tumbang Empas.

Meski demikian, Herbert menegaskan masih ada beberapa persoalan serius yang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Menurutnya, ruas jalan Tanjung Riu–Pilang Munduk menjadi titik yang paling mendesak untuk diperbaiki karena masih dipenuhi kubangan yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

“Ruas jalan tersebut harus menjadi prioritas pemeliharaan pada tahun anggaran berikutnya. Banyaknya kubangan sangat membahayakan masyarakat, terutama saat hujan ketika genangan air menutupi kondisi jalan yang sebenarnya,” tegasnya.

Selain itu, Herbert juga menyoroti belum terealisasinya pembangunan pengganti Jembatan Rawi II yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.

Tak hanya itu, Herbert juga meminta perhatian terhadap ruas jalan dari simpang Jalan Provinsi Kurun–Palangka Raya menuju Kota Sepang sepanjang kurang lebih dua kilometer yang hingga kini masih mengalami kerusakan cukup parah dengan banyak lubang.

Di kawasan perkotaan, Herbert turut menyoroti kondisi Jalan Jenderal Sudirman di Kuala Kurun yang masih dipenuhi lubang di sejumlah titik. Menurutnya, metode penanganan jalan berlubang selama ini perlu dievaluasi agar anggaran yang dikeluarkan lebih efektif dan menghasilkan perbaikan yang lebih tahan lama.

Herbert menyarankan Dinas Pekerjaan Umum (PU) tidak lagi menggunakan cor semen untuk menambal jalan berlubang karena dinilai tidak memiliki daya tahan yang memadai.

“Tambalan menggunakan semen biasanya hanya bertahan sekitar enam bulan, setelah itu rusak lagi. Ini tidak efisien dan berpotensi menjadi pemborosan uang negara. Sebaiknya gunakan campuran aspal panas dengan batu split berukuran sekitar dua sentimeter agar menyatu dengan badan jalan dan lebih awet,” jelasnya.

Lebih lanjut, Herbert juga mengusulkan agar Pemkab Gumas menganggarkan pengadaan stoom roller berukuran kecil yang mudah dipindahkan menggunakan truk. Dengan peralatan tersebut, perbaikan jalan berlubang dapat dilakukan secara swakelola dengan lebih cepat, efektif, dan menjangkau berbagai lokasi yang membutuhkan penanganan segera.

“Kalau pemerintah memiliki stoom kecil yang mobile, proses penambalan jalan berlubang bisa dilakukan lebih cepat. Aspal panas dan batu split langsung dihampar, kemudian dipadatkan di lokasi. Cara ini jauh lebih efisien, hasilnya lebih kuat, dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” pungkas Herbert.(Nov/Aw)

image_print

Pos terkait